Rumah Tionghoa Kuno di Lasem, Ada yang Dijual dan Mangkrak

Doddy Handoko , Okezone · Minggu 11 Juli 2021 07:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 11 512 2438825 rumah-tionghoa-kuno-di-lasem-ada-yang-dijual-dan-mangkrak-3FME24a6S6.jpeg Foto: Ist.

JAKARTA - Di Lasem, puluhan rumah berlanggam Tionghoa kuno dengan mudah dijumpai di Desa Babagan, Gedongmulyo, Karangturi, Soditan, Sumbergirang, dan Ngemplak. Namun kini, kondisi bangunan-bangunan kuno di kota tua Lasem memprihatinkan.

Tercatat dari lebih kurang 130 bangunan kuno, tinggal 40-an bangunan yang masih terpelihara baik. Bangunan lain banyak mangkrak karena ditinggalkan pemilik. Ada pula bangunan yang dijual, baik seluruh bangunan maupun hanya kayu-kayu dan ubin.

BACA JUGA: Ketua MPR Dukung Kompleks Parlemen Jadi RS Darurat Covid-19 

"Kalau yang diambil kayu atau ubinnya saja sama saja, rumahnya kehilangan ciri khasnya,”kata Koh Lam,penggiat sejarah Lasem.

Sebuah rumah tua Tionghoa berukuran besar berada tak jauh dari pertigaan pasar Lasem berubah fungsi. Pemilik rumah yang merupakan keturunan keenam telah menyulap bagian kanan rumah tua itu menjadi warung telepon dan warnet.

BACA JUGA: Kisah Bung Karno Pinjam Uang untuk Beli Rambutan dan Menikahkan Anak

Ia juga berencana membuka usaha lain di rumah bagian belakang sembari menunggu pembeli yang berminat. Bahkan ia berniat, rumah ini akan dijual.

Dia memberikan alasan bahwa Lasem sudah sepi. Usaha juga relatif sulit. Sebagian keluarganya sudah pindah ke Semarang.

Di daerah Karangturi ada rumah Tionghoa kuno sudah dijual, sudah diruntuhkan tinggal puing-puing.

"Saya mencatat ada belasan rumah tua yang berguguran dijual pemiliknya,”ucapnya.

Padahal di dalam rumah yang dibangun asekitar tahun 1800-an, masih ditemui artefak peninggalan generasi pertama pemilik rumah. Benda peninggalan Seperti perabotan kuno, ubin kusam, dan sumur dalam kering di bagian belakang.

Ditaksir harga rumah atau kayu dan ubin kuno itu antara Rp300 juta - Rp1 miliar. Pembelinya kebanyakan berasal dari Bandung, Jakarta, dan Surabaya.

Beberapa waktu lalu sebuah rumah tua di Jalan Nyah Waloh Desa Karangturi terlihat dibongkar oleh sejumlah tukang. Juga sebuah rumah kayu kuno di barat Pondok Pesantren Kauman Lasem juga dibongkar kayunya.

.”Saya cuma bisa prihatin,"ungkapnya.

Kabarnya, ada seorang juragan batik Lasem yang mau membeli rumah Tionghoa kuno seharga Rp3 milyar di desa Bagan. Rencananya rumah tersebut aka diruntuhkan dan dibangun bangunan baru. Kayu-kayu kunonya bisa dijual seharga Rp1 miliar. Dengan begitu hutangnya pada bank bisa berkurang dari hasil menjual kayu kuno itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini