Warga Solo Keluhkan Kesulitan Isi Ulang Tabung Oksigen

Agregasi Solopos, · Minggu 11 Juli 2021 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 11 512 2438874 warga-solo-keluhkan-kesulitan-isi-ulang-tabung-oksigen-AvktsTE6Of.jpg Foto: Okezone.

SOLO – Sejumlah warga Kota Solo mengaku kesulitan mencari tabung oksigen dalam beberapa hari terakhir. Mereka ingin membeli oksigen untuk persediaan di rumah jika sewaktu-waktu diperlukan dalam kondisi mendesak di tengah meningkatnya kasus Covid-19

Berdasarkan pantauan Solopos.com di Jl. Bromo I, Kelurahan/Kecamatan Banjarsari, Solo, Kamis (9/7/2021) ada dua tempat usaha jasa pengisian oksigen. Satu tempat sedang tutup, sementara satu lainnya terpantau ramai warga mengantre.

BACA JUGA: Kisah Kandang Buaya dan Terowongan Sunan Kalijaga di Tepi Bengawan Solo

Salah seorang warga, Hendrato, (60 tahun), membawa tabung oksigen kosong yang diperoleh dari hasil meminjam milik seorang kerabatnya. Dia berusaha mencari tiga tempat pengisian oksigen sejak Kamis (8/7/2021) sampai akhirnya menemukan di Jl. Bromo I.

“Ini untuk berjaga-jaga istri yang sedang sakit terpapar Covid-19. Ini hari kelima isolasi,” kata dia kepada Solopos.com.

Warga Kelurahan Serengan itu menjelaskan kondisi kesehatan istrinya stabil. Tabung oksigen itu dipersiapkan untuk mengantisipasi jika kondisi sang istri memburuk dan membutuhkan oksigen.

BACA JUGA: Toilet di Korea Selatan Olah Tinja Jadi Listrik dan Mata Uang Digital

Adapun istrinya positif Covid-19 dari hasil penelusuran kontak dengan uji cepat antigen. Sementara dia masih menunggu hasil polymerase chain reaction (PCR) di salah satu rumah sakit swasta secara mandiri.

Seorang warga lain Agung, (42 tahun), mengantre mengisi ulang tabung oksigen untuk ibunya yang mengalami masalah jantung satu tahun terakhir. Dia sudah mendatangi apotek dan toko medis yang biasa menyediakan isi ulang oksigen, tapi hasilnya nihil.

Menurut Agung ini merupakan kali pertama dia kesulitan mengisi ulang tabung oksigen. “Yang sulit baru kali ini, sebelumnya enggak masalah. Mudah-mudahan diutamakan untuk kebutuhan kesehatan,” ungkapnya.

Sama seperti Agung, seorang warga bernama Ari, (43 tahun), mengantre pengisian oksigen untuk kebutuhan ibunya yang sakit asma sejak setengah tahun terakhir. Dia menjelaskan antrean di tempat pengisian oksigen semakin banyak akhir-akhir ini.

“Ya, apa pemerintah enggak siap? Saya pernah baca media pemerintah pernah mengirim bantuan oksigen ke India tapi sekarang kekurangan. Saya berharap stoknya ada terus,” paparnya.

Dia juga mengeluhkan harga tabung oksigen yang meningkat dibandingkan sebelum adanya isu kebutuhan tabung naik. Ari menjelaskan harga beli satu tabung oksigen melalui salah satu platform penjualan online saat ini seharga Rp2,7 juta.

“Padahal dulu harga tabung Rp975.000 di tempat pengisian oksigen. Kalau di toko medis Rp1,3 juta,” ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini