Kasus Covid-19 Melonjak, Puskesmas di Surabaya Beroperasi 24 Jam

Aan haryono, Koran SI · Senin 12 Juli 2021 21:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 519 2439612 kasus-covid-19-melonjak-puskesmas-di-surabaya-beroperasi-24-jam-Qf9hXJHql0.jpg Puskesmas di Surabaya beroperasi 24 jam. (Foto : Aan Haryono)

SURABAYA - Layanan kesehatan terus ditambah untuk menampung pasien Covid-19. Setelah mulai mengoperasikan Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT), Pemkot Surabaya menyiapkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat (PKM) di Puskesmas dapat beroperasi selama 24 jam.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menuturkan, pelayanan di Puskesmas hari ini mulai dibuka selama 24 jam termasuk dengan fasilitas ambulans. Ketika ada warga yang merasa kurang sehat, dapat langsung memanfaatkan layanan ini, meski tengah malam.

"Insya Allah pelayanan kesehatan masyarakat dibuka 24 jam, termasuk dengan ambulans yang ada 24 jam. Sehingga kapanpun masyarakat ketika merasa tidak nyaman dengan badannya, bisa langsung periksa ke PKM karena ada layanan selama 24 jam," kata, Senin (12/7/2021).

Ia melanjutkan, ketika ada warga yang memanfaatkan layanan di PKM hasil swab antigennya positif, otomatis akan dirujuk ke tempat perawatan khusus untuk gejala ringan dan OTG. Saat ini, pemkot telah menyediakan dua lokasi perawatan khusus di Hotel Asrama Haji (HAH) dan RSLT.

"Di lantai atas (RSLT) itu ada dua tempat. Itu akan digunakan untuk pasien Covid-19 yang gejala ringan dan OTG," ucapnya.

Melalui rujukan ini, Eri melanjutkan, ketika ada warga yang melakukan isolasi di rumah namun kondisinya tidak layak, dapat memanfaatkan fasilitas perawatan di dua tempat tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di lingkungan keluarga.

"Sehingga nanti saya berharap warga Surabaya kalau swab antigennya positif, maka akan kita tempatkan di Hotel Asrama Haji atau RSLT lantai dua," katanya.

Sementara itu, apabila ada pasien yang mengalami gejala sesak napas, pihaknya ingin supaya warga tersebut mendapat perawatan intensif melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soewandhie. Menurutnya, pola rujukan seperti ini diterapkan untuk memaksimal layanan kesehatan di Kota Pahlawan.

"Sehingga harapan kami warga Surabaya kalau ada yang sesak, butuh pertolongan, bisa langsung ke RSUD dr Soewandhie. Sehingga pelayanan IGD kita bisa maksimal untuk warga Surabaya yang mengalami gejala yang berat," katanya.

Baca Juga : TNI Tambah 176 Nakes Percepat Vaksinasi Covid-19

Untuk memaksimalkan pelayanan di Puskesmas, Pemkot Surabaya juga mendapat dukungan 126 tenaga pengemudi dari Relawan Surabaya Memanggil. Para relawan ini diperbantukan di setiap Puskesmas Surabaya untuk memberikan layanan operasional ambulans selama 24 jam.

Di tempat terpisah, Kepala Puskesmas Kalirungkut Kota Surabaya, dr Bernadetta Martini menuturkan, semua kesiapannya menjalankan operasional Puskesmas selama 24 jam sudah tertata. Apalagi, upaya memaksimalkan layanan ini juga didukung Relawan Surabaya Memanggil.

"Kita pengemudi ambulance ada satu. Tadi baru dirapatkan, ada bantuan untuk pengemudi ambulance dari relawan. Intinya kita siap untuk melaksanakan," kata dr Bernadetta Martini.

Sementara untuk kebutuhan tenaga medis, katanya, pihak Puskesmas bakal disupport dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya. Di sisi lain, kebutuhan SDM kesehatan ini ke depan juga memungkinkan untuk di-switch kan dari Puskesmas yang memiliki tenaga lebih banyak.

“Karena selama ini mungkin Tim Gerak Cepat (TGC) juga kewalahan, makanya diarahkan di Puskesmas untuk menangani kasus di Puskesmasnya masing-masing,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini