Demo Ricuh di Tasikmalaya, 3 Mobil Polisi Dirusak dan Kantor Kejari Dilempari Batu

Asep Juhariyono, iNews · Senin 12 Juli 2021 17:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 525 2439481 demo-ricuh-di-tasikmalaya-3-mobil-polisi-dirusak-dan-kantor-kejari-dilempari-batu-onoIvwhUWE.JPG Tangkap layar video amatir kerusuhan di Kejari Tasikmalaya (Foto: Istimewa)

TASIKMALAYA - Demo ratusan orang di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (12/7/2021), berakhir ricuh. Sebanyak tiga unit mobil milik Polres Tasikmalaya, dirusak oleh massa. Ratusan massa tersebut juga melempari kantor kejaksaan dengan batu.

Kericuhan itu terekam video amatir, di mana massa melakukan pengrusakan pada mobil milik Polres Tasikmalaya, yang sedang melakukan pengamanan demo di depan kantor Kejari Kabupaten Tasikmalaya, di Jalan Garut-Tasikmalaya, tepatnya di Desa Sukasukur, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya.

Massa yang mendatangi Kejari Tasikmalaya meminta kepada pihak berwenang untuk berstatetmen meminta Mantan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS) dibebaskan dari semua tuntutan.

Aksi unjuk rasa yang dikawal aparat kepolisian dari Polres Tasikmalaya ini awalnya berjalan lancar. Para pengunjuk rasa melakukan orasi yang diantaranya meminta kepada Kejari Kabupaten Tasikmalaya untuk mendukung pembebasan HRS.

Namun permintaan massa tersebut tidak mendapatkan respons positif dari pihak Kejari Kabupaten Tasikmalaya, sehinga massa mencoba masuk ke kantor kejari dengan mendobrak pintu gerbang pagar besi yang dikunci.

Karena tidak bisa masuk akhirnya pengunjuk rasa melempari kantor kejaksaan dengan batu, dan merusak 3 unit mobil kepolisian Polres Tasikmalaya.

Kepala Kejari Kabupaten Tasikmalaya Muhammad Syarif mengatakan, aksi anarkis massa berawal saat ia diminta memberikan sikap atas penetapan HRS yang divonis 4 tahun penjara. Namun dirinya menolak karena kasus tersebut bukan kewenangannya.

Saat massa aksi melempar batu ke arah kantornya, dirinya langsung masuk ke dalam ruangan. "Setelah situasi reda diketahui ada tiga mobil polisi yang rusak dan beberapa fasilitas kantor kejaksaan yang rusak," jelas Syarif.

Selain itu kejari juga mengaku sempat menawarkan sebanyak 5 orang perwakilan untuk masuk dan melakukan audiens, namun hal itu tidak disetujui olah massa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini