Tega, Seorang Ayah di Kobar Kalteng Siram 2 Anak Tirinya yang masih Bocah dengan Air Panas

Sigit Dzakwan, iNews · Selasa 13 Juli 2021 05:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 340 2439698 tega-seorang-ayah-di-kobar-kalteng-siram-2-anak-tirinya-yang-masih-bocah-dengan-air-panas-fT62yeLZMt.jpg Ilustrasi.(Foto:Dok Okezone)

KOTA WARINGIN BARAT - Seorang ayah tega menyiramkan air panas kepada kedua anak tirinya yang masih bocah berusia 8 dan 11 tahun di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat(Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), gegara tak bisa menjaga anak kandungnya yang berusia 20 bulan. Anak kandung pelaku terluka saat bermain.

Kasus ini awalnya ramai dimedia sosial (medos) setelah sang ibu kandung memposting bekas luka kedua anaknya atas kelakuan sang suami. Setelah ramai di medsos, sang suami dibekuk polisi.

Andrias Garusang (42) warga Jalan Bhayangkara Perumahan Graha Mas, RT 5, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, menyirap dua anak tirinya pada awal Juli 2021.

Baca Juga: Cemburu Mantan istri Kerja di Malaysia, Ayah Siksa Putri Kandung di Tangsel Viral

Saat itu, tersangka baru datang dari Kabupaten Lamandau dan mendapati laporan berupa isyarat dari anak kandungnya yang berusia dua puluh bulan terdapat luka melepuh di dadanya akibat bermain bersama dua anak tirinya itu.

Tersangka marah besar, dan merasa kedua ank tirinya tak bisa menjaga baik baik anak kandungnya lalu menyiram air panas dari dispenser mengunakan gelas sehingga korban mengalami luka melepuh di bagian pipi kiri dan dada.

Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah mengatakan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat menggunakan UU Perlidnungan Anak dan KUHP penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal lima belas tahun penjara.

"Kini kondisi kedua korban sudah mulai membaik dan bisa bermain dengan teman sebayanya. Menurut Korban, ayah tiri mereka memang sering melakukan kekerasan kepada dirinya dan adiknya," ujar Kapolres.

Sementara itu, Edi ayah kandung korban mengatakan, tidak menyangka sama sekali ayah tirinya atau ayah sambung tega melakukan kekerasan kepada anaknya.

"Saya bersama dengan Lurah Mendawai sudah melaporkan kejadian tersebut ke polisi, dan meminta agar pelaku dihukum berat," tukas Edi.

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini