Lelah Mengurus, Anak Durhaka Aniaya Ibunya yang Sudah Renta Berkali-kali

Sigit Dzakwan, iNews · Selasa 13 Juli 2021 07:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 340 2439722 lelah-mengurus-anak-durhaka-aniaya-ibunya-yang-sudah-renta-berkali-kali-MD7YPyuj65.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

KOTAWARINGIN BARAT – Seorang pria paruh baya berinisial ATM (37 tahun) di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah rela menganiaya ibu kandungnya yang sudah renta. Tindakan si anak durhaka itu diduga dilakukannya karena lelah merawat sang ibu yang berusia 93 tahun. 

Mirisnya, penyiksaan tersebut dilakukan di rumah korban dan pelaku di Jalan Paku Negara, Gang Rumbia, RT 17 Pangkalan Bun dan sudah terjadi berkali kali. Pelaku tega menyiksa ibunya, Seneri (93 tahun) dengan menendang wanita tua itu di bagian dan punggungnya layaknya film kungfu.

BACA JUGA: Alat Memandikan Jenazah Gus Dur Pernah Ditawar Rp50 Juta 

Pria asal kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat itu pun dilaporkan tetangganya karena menganiaya ibu kandungnya.

Penganiayaan itu terakhir kali dilakukan ATM di rumah sang ibu pada Kamis (8/7/2021) setelah sebelumnya dia juga mencambak rambut ibunya, dan memukul kepala ibunya dengan gayung saat memandikan ibunya.

Diduga penganiayaan itu dilakukan lantaran ia lelah mengurus ibunya yang sudah renta. Pengakuan ATM ia juga melakukan penganiayaan tersebut dalam kondisi tidak sadar.

BACA JUGA: PPKM Darurat, Luhut: Sehari 3 Kali Presiden Jokowi Hubungi Saya

Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah mengatakan, penganiayaan yang dilakukan oleh anak kandung kepada ibunya tersebut dilakukan di depan tetangganya. Melihat perlakuan anak kandungnya yang kelewat batas tersebut tetangganya melaporkan kepada kepolisian.

“Tersangka melakukan penganiayaan tersebut dengan cara menarik rambut ibunya, memukul dengan gayung plastik, menendang pada bagian dada dan punggung berkali-kali,” ujarnya saat press release, di Mapolsek Kobar, Senin (12/7/2021) sore.

Akibat perbuatannya, ATM kini terancam lama di penjara dengan perkenaan pasal yang disangkakan Pasal 44 Ayat (1) Undang – Undang RI Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

“Barang bukti yang diamankan oleh kepolisian adalah satu buah gayung yang digunakan memukul ibunya.”

Meski sudah diamankan polisi, namun dari raut wajah ATM tersebut tidak menunjukkan sedikitpun rasa penyesalan atas perbuatannya, bahkan saat ditanyai oleh Kapolres Kobar terkait aksinya ia hanya senyum-senyum.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini