Dipertemukan dengan Ibunya, Tangis Anak yang Ikut Demo Pecah di Polres Tasikmalaya

Asep Juhariyono, iNews · Selasa 13 Juli 2021 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 525 2440062 dipertemukan-dengan-ibunya-tangis-anak-yang-ikut-demo-pecah-di-polres-tasikmalaya-wB9PfAyagq.jpg Tangis anak yang ikut demo pecah di Polres Tasikmalaya. (Foto : Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA – Tangis histeris langsung pecah saat seorang anak yang ikut aksi demo dipertemukan dengan ibunya yang mendatangi Mapolres Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (13/7/2021).

Kedatangan sang ibu bernama Kokom (47), warga Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, itu untuk melihat kondisi anaknya T (12), yang ikut diamankan saat aksi demo yang berujung anarkis di depan Kejaksaan Negeri Tasikmalaya. Demo tersebut menuntut pembebasan Habib Rizieq Shihab.

T langsung bersujud dikaki ibunya dan menangis histeris/ sambil meminta maaf pada ibunya. Suasana haru dan tangisan ibu dan anakpun langsung memecahkan kesunyian di ruang Satreskrim Polres Tasikmalaya.

Sang ibu berusaha menenangkan anaknya dan anggota polisi mempersilakan keduanya masuk ke dalam ruangan.

Saat Kokom duduk di kursi dalam ruangan, tangisan keduanya kembali pecah. Anak pun kembali memeluk serta bersujud di kaki ibunya sambil meminta ampunan.

Sambil berpelukan keduanyapun larut dalam kesedihan. Sang ibu terlihat sangat marah, tapi hanya bisa mengacungkan jari telunjuknya kepada sang anak, yang ternyata masih berumur 12 tahun, tapi memiliki postur yang besar.

Kokom menjelaskan, awalnya anaknya minta uang Rp2 ribu untuk pergi mengaji. Namun, hingga sore hari anaknya tidak kunjung pulang.

Karena kawatir, dirinya mulai mencoba mancari tahu keberadaan anaknya. Hingga akhirnya dirinya ia mendapat kabar dari teman-teman anaknya bahwa T berada di polres karena ikut demo. T diamankan polisi karena saat itu ternyata tidak mengaji, malah ikut demo.

Baca Juga : Demo Ricuh di Tasikmalaya, 3 Mobil Polisi Dirusak dan Kantor Kejari Dilempari Batu

Dengan kejadian ini, Kokom menyesalkannya karena anaknya masih kecil tapi sudah diajak demo.

Pascaaksi demo yang berujung tindakan anarkis ini, Polres Tasikmalaya menangkap 31 orang, terdiri dari 18 orang dewasa dan 13 anak-anak.

Kini 31 orang pendemo yang diamankan masih menjalani pemeriksaan oleh jajaran satreskrim polres tasikmalaya.

Sebelumnya, demo ratusan orang di depan kantor Kejaksaan Negeri Tasikmalaya yang berada di Jalan Garut-Tasikmalaya, tepatnya di Desa Sukasukur, Kecamatan Mangunreja, Senin (12/7), berakhir ricuh.

Sebanyak tiga mobil milik Polres Tasikmalaya di depan kantor Kejari Tasikmalaya dirusak oleh massa. Tak hanya itu, massa juga melempari kantor kejaksaan dengan batu hingga mengakibatkan kaca-kaca jendela dan bagian atap gedung kejaksaan pecah dan rusak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini