Antre Pemulasaraan Jenazah di RSUD Wonosari Sampai 5 Jam

Suharjono, Koran SI · Rabu 14 Juli 2021 13:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 14 510 2440474 antre-pemulasaraan-jenazah-di-rsud-wonosari-sampai-5-jam-A3tcITMsKz.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

GUNUNGKIDUL- Jumlah korban meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 di Gunung Kidul, Yogyakarta membuat petugas pemulasaraan jenazaah kewalahan. Bahkan antrean untuk proses memandikan jenazah di RSUD Wonosari mencapai 5 jam.

Perjuangan petugas pemulasaraan jenazah di RSUD Wonosari itu mendapat apresiasi dari DPRD Gunung Kidul yang memuji semangat dan perjuangan mereka.

BACA JUGA: Kabur dari IGD RSUD Wonosari, Pasien Covid Ditemukan Tewas di Selokan

"Saya mengetahui bagaimana perjuangan mereka setelah kerabat saya meninggal dunia karena Covid-19," terang Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Hery Nugroho kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (14/7/2021).

Hery menjelaskan bahwa pada Selasa (13/7/2021) malam, salah satu kerabatnya meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Wonosari. Namun, saat menghubungi ruang penanganan jenazah RSUD, ternyata sudah ada lima jenazah yang menunggu untuk dimandikan.

BACA JUGA: 46 Tenaga Kesehatan RSUD Wonosari Gunung Kidul Terpapar Covid-19

"Keluarga saya bisa dilakukan pemandian jenazah pukul 05.00 WIB. Jadi antrenya sekitar 5 jam," ungkapnya.

Hery mengatakan bahwa dia tidak bisa membayangkan jika setiap harinya rata-rata lebih dari 20 orang yang meninggal dan harus dilakukan pemulasaraan standar Covid-19 di RSUD Wonosari.

"Petugas benar- benar tanpa istirahat untuk hal ini. Kami berharap masyarakat bisa menaati anjuran pemerintah di masa PPKM ini," kata Ketua DPD Golkar Gunungkidul itu.

Sementara Direktur RSUD Wonosari Heru Sulistyowati membenarkan situasi di ruang pemulasaraan jenazah tersebut. Saat ini pihaknya hanya memiliki delapan petugas untuk memandikan jenazah.

"Ya semua berjibaku. Kepala Instalasi memang berusaha mengatur jadwal agar mereka tidak terlalu kecapekan," katanya.

Namun dalam situasi seperti ini, memang semua serba harus siap karena banyaknya kasus kenatian karena Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini