Polisi Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Kerusuhan PPKM Darurat di Surabaya

Lukman Hakim, Koran SI · Rabu 14 Juli 2021 02:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 14 519 2440252 polisi-tetapkan-2-tersangka-baru-kasus-kerusuhan-ppkm-darurat-di-surabaya-ggxDPzGGY0.jpg Polisi tetapkan dua tersangka baru kasus kerusuhan PPKM Darurat di Surabaya, Jawa Timur (Foto: Lukman Hakim)

SURABAYA – Dua orang kembali ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Perak terkait kasus dugaan kericuhan berujung perusakan kendaraan patroli PPKM Darurat di Bulak Banteng, Surabaya, pada Sabtu 10 Juli 2021 malam. Dua orang tersebut berinisial FA (30) dan H (34).

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Ganis Setyaningrum orang yang ditangkap itu kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya dijerat dengan pasal berbeda. Untuk H, dijerat pasal penyebaran konten yang mengandung provokasi. Sedangkan FA dijerat pasal perusakan.

“Kedua tersangka merupakan warga sekitar Bulak Banteng,” katanya, Selasa (13/7/2021).

Baca Juga: Dapur Umum Belum Siap, Risma Ngamuk Marahi Anak Buahnya di Bandung

Ganis mengungkapkan, FA merusak mobil patroli polisi karena adiknya ditangkap Satpol PP saat patroli PPKM Darurat. Sementara H mengunggah konten di media sosialnya dan memprovokasi warganet untuk melawan patroli PPKM Darurat.

"Satpol PP mengamankan adiknya H karena didapati tidak memakai masker saat ada patroli PPKM Darurat," ujar Ganis.

Sebelumnya, H mengunggah video insiden perusakan mobil Satpol PP dan Patroli Lantas di Bulak Banteng. H ini menyebarkan video itu akun Facebook dengan nama “Bari Herman” serta memberikan narasi terhadap video tersebut bahwa “Bulak Banteng Anti PPKM”. Sampai saat ini video tersebut telah dibagikan sebanyak 11.881 kali oleh warganet.

Baca Juga: 27 Exit Tol di Jateng Ditutup 16-22 Juli, Berikut Daftarnya

Untuk H akan dikenakan Pasal 28 Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Sementara FA disangkakan Pasal 214 KUHP Jo. Pasal 211, 212 KUHP subsider Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 14 Ayat (1) UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular Jo. Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat lebih subsider Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sebelumnya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak telah menetapkan pemilik warung kopi berinisial E sebagai tersangka kasus dugaan perusakan kendaraan patroli PPKM Darurat di Bulak Banteng. Saat itu, petugas mendapati warkop E belum tutup. Sehingga meminta KTP pemilik warung untuk didata.

Saat di data, E yang mengaku sebagai pemilik warkop tidak terima dengan penindakan oleh petugas. Sehingga, terjadi perdebatan dan mengundang massa. Pemilik warung berinisial E ini melakukan provokasi. Kemudian, terjadilah perusakan mobil patroli 202 milik Polsek Kenjeran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini