Pesanan Naik 3 Kali Lipat, Pembuat Peti Mati Lembur hingga Pukul 12 Malam

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 15 Juli 2021 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 519 2441086 pesanan-naik-3-kali-lipat-pembuat-peti-mati-lembur-hingga-pukul-12-malam-tRNeslcvhc.jpg Perajin tengah membuat peti mati. (Foto: Avirista/MPI)

MALANG - Kasus kematian pasien Covid-19 yang jumlah terus bertambah membuat perajin peti mati kebanjiran pesanan, termasuk di Kota Malang. Peningkatan pesanan peti mati khusus pasien Covid-19 sudah terasa sejak dua bulan terakhir, tepatnya setelah hari Raya Idul Fitri.

Salah satu pembuat peti Eka Budi di kawasan Jalan Kemantren 1 Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, mengakui aktivitas lebih sibuk dari biasanya. Para pekerja membuat peti mati dengan lebih cepat dari biasanya.

Perajin ini harus bekerja lebih ekstra dan cepat demi memenuhi permintaan pesanan peti mati dari sejumlah rumah sakit rujukan pasien Covid-19 yang ada di Malang raya. Sehari para bekerja bisa menghasilkan setidaknya 50 peti mati selama dua bulan terakhir ini.

Baca juga: NASA Sebut Wilayah Jakarta Terancam Tenggelam


Baca juga: Panglima TNI Siap Distribusikan Paket Obat Covid-19 Gratis dari Pemerintah

Pemilik usaha pembuat peti mati Antonius Budi Wantoro mengungkapkan, sudah dua bulan terakhir pesanan mati di tempat usahanya mengalami peningkatan. Peningkatan yang terjadi bahkan mencapai hampir dua hingga tiga kali lipat dibanding sebelum adanya pandemi Covid-19.

"Bila sebelum ada Covid-19 itu paling banyak 15 peti, 20 itu sudah maksimal kita layani. Sekarang hampir 50 peti bisa kita buat, karena pesanannya terus nambah," ucap Antonius Budi Wantoro, ditemui pada Kamis (15/7/2021).

Diamenambahkan sebelum ada pandemi Covid-19 normalnya ia hanya melayani tak lebih dari 150 peti dalam sebulan. Bahkan saat parah - parahnya kasus Covid-19 di Oktober hingga Desember tahun 2020 saja, hanya 250 peti dibuatnya.

"Sebanyak 250-300 itu dulu jumlah maksimal ya pas Oktober, November, Desember 2020. Kalau sekarang lebih parah lagi. Sehari 50 peti tinggal ngalikan saja 30 hari berapa, ya 500 lebih," ungkapnya.

Permintaan peti mati Covid-19 itu tak hanya datang dari Malang raya saja, melainkan juga rumah sakit di luar Malang raya. Total ada 4 rumah sakit di Malang raya yang ia suplai peti mati untuk pasien Covid-19, yakni Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), RS Panti Waluya Sawahan atau yang dikenal dengan RKZ, RST Soepraoen Malang, dan RS Marsudi Waluyo di Singosari, Kabupaten Malang. Sedangkan satu rumah sakit di daerah Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Melonjaknya angka kematian akibat Covid-19 membuat ia dan para pekerjanya harus bekerja ekstra memenuhi permintaan pihak rumah sakit. Pihaknya pun terpaksa bolak - balik mengantarkan peti mati ke sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di Malang raya.

"Sekali kirim biasanya 20 peti, saya pakai dua mobil karena satu mobil kapasitasnya 10 peti, saya pakai dua armada biar cepat, jadi bisa 20 peti sekali kirim. Kalau yang ke Pandaan itu kirim pakai truk besar isi 40 peti, biar nggak bolak-balik, karena lokasinya juga jauh," bebernya.

Tingginya permintaan mau tak mau membuat harga jual petinya juga melonjak. Hal ini dikarenakan ia harus menambah karyawan dan menambah jam kerja para karyawannya.

"Sebelumya 10 karyawan saja, sekarang 15. Itu pun kira kerjakan lembur sampai jam 12 malam kadang lebih. Jadi ya nambah 75 persen dari harga biasanya, karena kan untuk tambahan karyawan, lembur, dan bahan baku kayunya," jelas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini