Bahaya Kerap Mengancam, Ini Daftar Kepala Negara yang Tewas Dibunuh

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Sabtu 17 Juli 2021 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 18 2441816 bahaya-kerap-mengancam-ini-daftar-kepala-negara-yang-tewas-dibunuh-JHcrzfwPAJ.jpg Mantan Presiden AS John F. Kennedy (Foto: Reuters)

JAKARTA - Menjadi seorang kepala negara tentunya memiliki banyak risiko. Meskipun dijamin dengan keamanan tingkat tinggi, namun terkadang bahaya tetap saja bisa datang. Berikut deretan pemimpin negara yang harus tutup usia karena dibunuh, saat masih dalam masa jabatan, seperti dikutip Litbang MPI:

1. Abraham Lincoln

Lincoln adalah presiden Amerika Serikat ke-16 yang menjabat selama periode 1861 hingga 1865. Ia menjadi presiden pertama Amerika yang dibunuh pada 14 April 1865 oleh John Wilker Both. Ketika itu, Lincoln sedang menonton drama di Teater Ford, Washington DC sebelum timah panas menancap di bagian belakang kepalanya. Keesokan harinya, Lincoln menghembuskan nafas terakhir. Sementara itu, tersangka Both tewas pada 26 April 1865 saat ditangkap oleh para tentara.

Tragedi ini sangat mengejutkan warga Amerika. Sebab, Lincoln dianggap sebagai presiden cemerlang yang mampu membawa Amerika bebas dari perang saudara dengan tetap mempertahankan persatuan.

 (Baca juga: Bersitegang dengan China, Angkatan Udara AS Akan Kirim Puluhan Jet Tempur F-22 ke Pasifik)

2. John F. Kennedy

John Fitzgerald Kennedy atau JFK adalah presiden ke-35 Amerika Serikat yang menjabat pada 20 Januari 1961 hingga 22 November 1963. Kennedy belum sampai pada masa akhir jabatannya. Sebab, ia dibunuh dengan cara ditembak oleh seseorang yang tak dikenal. Kejadian ini berlangsung pada 22 November 1963 pukul 12:31 siang waktu setempat.

Kala itu, Kennedy berada dalam iring-iringan rombongan kepresidenan saat melakukan kunjungan ke Dallas, Amerika. Tiba-tiba, 2 butir peluru ditembakkan ke arahnya dan menyasar bagian kepala Kennedy. Beberapa saat kemudian, ia dinyatakan meninggal oleh tim dokter. Berdasarkan hasil penyelidikan, Kennedy dibunuh dengan senjata api milik Lee Harvey Oswald. Meskipun sudah terjadi 58 tahun lalu, namun tragedi itu masih dikenang oleh masyarakat Amerika, bahkan dunia hingga saat ini.

(Baca juga: Siswa Boleh Masuk Sekolah jika Satu Keluarga Sudah Divaksin Covid-19)

3. Anwar Sadat

Kepala negara selanjutnya yang dibunuh adalah Anwar Sadat, presiden Mesir ke-3 yang menjabat pada 20 Oktober 1970 hingga kematiannya di tanggal 6 Oktober 1981. Sadat dikenal sebagai presiden yang memang bertekad kuat untuk mengakhiri perang dan mendamaikan Mesir-Israel.

Ia tewas akibat ditembak sekitar bulan September 1981 oleh tentara anggota jihad Islam. Organisasi tersebut diketahui sangat menentang perjanjian damai antara Mesir dan Israel. Saat ditembak, Sadat sedang menghadiri sebuah parade militer.

4. Raja Faisal

Faisal bin 'Abdul 'Aziz bin 'Abdurrahman as-Saud atau Raja Faisal dari Arab Saudi berkuasa pada 2 November 1964 hingga akhir hayatnya, yakni 25 Maret 1975. Ia tewas di tangan keponakannya sendiri, Pangeran Faisal Bin Musaed yang menembak sang Raja dari jarak dekat.

Sebelum menembak, Pangeran Musaed sempat terlihat berbincang dengan pewakilan Kuwait sembari menunggu kedatangan pamannya itu. Saat Raja Faisal datang dan ingin mencium Pangeran, ia justru mengeluarkan pistol dan menembaknya. Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawa Raja Faisal tidak dapat diselamatkan. Sementara itu, psikiater yang memeriksa Pangeran Musaed menyatakan bahwa ia mengidap gangguan jiwa.

Faisal dianggap sangat cakap sebagai seorang pemimpin negara. Ia membuat program untuk menghapuskan perbudakan di tahun 1967 dan menyederhanakan gaya hidup keluarga kerajaan Arab Saudi.

5. Jovenel Moise

Kabar duka datang dari Haiti. Sang presiden, Jovenel Moise tewas dibunuh pada Rabu, 7 Juli 2021 sekitar pukul 1 dini hari di kediamannya. Hal tersebut disampaikan perdana menteri Haiti, Claude Joseph seperti dilansir dari Sindonews.com.

Sekelompok orang marangsek masuk ke rumah presiden Moise dan melakukan penyerangan dengan menembak sang presiden sebanyak 12 kali. Selain membunuh presiden, tindakan itu juga melukai ibu negara Martine Moise. Hingga kini, Martine masih menjalani perawatan akibat luka tembak. Sementara itu, penyelidikan tentang kasus ini masih terus berjalan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini