Sudah 3 Hari, 4 Kecamatan di Kabupaten Sintang Masih Terendam Banjir

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 16 Juli 2021 09:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 340 2441487 sudah-3-hari-4-kecamatan-di-kabupaten-sintang-masih-terendam-banjir-m36SZrdOQR.jpg Banjir di Kabupaten Sintang (Foto: BNPB)

JAKARTA - Sebanyak 26 desa yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, masih terdampak banjir sejak Rabu 14 Juli 2021. Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi. Saat banjir terjadi, tinggi muka air (TMA) teramati antara 2 hingga 3 meter.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, kondisi terkini per hari ini, Jumat (16/7/2021) TMA bervariasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang mencatat adanya kenaikan TMA di Kawasan hilir setinggi 200 cm.

Baca Juga:  Banjir Rendam Rumah Warga 4 Desa di Wilayah Pedalaman Kotawaringin Timur

Sedangkan di hulu, TMA turun setinggi 100 cm. Menyikapi situasi ini, BPBD terus melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak, antara lain koordinasi dengan instansi terkait dan kaji cepat.

"Sebanyak 13 desa terdampak di Kecamatan Kayan Hulu. Desa terdampak yaitu Desa Nanga Masau, Merah Arai, Tanah Merah, Lintang Tambok, Empakan, Topan Nanga, Nanga Tebidah, Entegong, Landau Bara, Kebarau, Tanjung Bunga, Emponyang dan Nanga Payak," katanya melalui keterangan tertulis.

Sementara di Kecamatan Kayan Hilir, sebanyak 13 desa terdampak banjir. Ketiga belas desa tersebut antara lain Desa S. Buaya, Neran Baya, Melingkat, Kempas Raya, Buluk Panjang, Pelaik, Tanjung Putar, Nyangkom, Tuguk, Landau Beringin, Lalang Inggar, Pakak dan Sungai Meraya.

Dua kecamatan lain yang terdampak banjir yaitu Kecamatan Serawai dan Dedai. BPBD Kabupaten Sintang masih melakukan pendataan desa-desa terdampak di dua kecamatan ini. 

Baca Juga: Banjir di Mempawah Kalbar, 674 Rumah Terendam

Berdasarkan laporan dari BPBD Kabupaten Sintang Kamis lalu, 15 Juli pukul 21.00 WIB, sebanyak 751 KK terdampak banjir di Kecamatan Kayan Hilir dan 377 jiwa mengungsi. Saat ini, tim lapangan masih terus melakukan proses pendataan.

"Dari pendataan sementara, banjir juga menyebabkan kerugian material berupa 751 unit rumah terendam," katanya.

Menurut perkembangan laporan di lapangan saat ini, sebagian wilayah terdampak banjir tersebut merupakan area yang sulit diakses. Hal tersebut disebabkan alur sungai sangat sempit dan arus air sungai sangat deras.

BNPB mengimbau agar pemerintah daerah maupun masyarakat dapat memantau perkembangan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan melihat wilayah kajian risiko bencana melalui inaRISK BNPB.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini