Polisi Usut Kasus Anggota DPRD NTB Adu Mulut dengan Petugas PPKM

Antara, · Jum'at 16 Juli 2021 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 340 2441553 polisi-usut-kasus-anggota-dprd-ntb-adu-mulut-dengan-petugas-ppkm-GmxQrFwhQS.jpg Anggota DPRD NTB adu mulut dengan petugas PPKM (Foto: Media sosial)

MATARAM - Insiden adu mulut antara anggota Komisi I DPRD NTB Najamuddin Mustafa dengan petugas penyekatan PPKM Darurat di Jalan Ahmad Yani, Kota Mataram, Kamis 15 Juli 2021 berbuntut panjang. Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) bakal mengusut penyebabnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB Kombes Pol Hari Brata mengatakan, pihaknya mengusut persoalan tersebut dengan mengagendakan terlebih dahulu klarifikasi kepada petugas pos penyekatan yang diduga terlibat adu mulut.

"Jadi kita akan segera memeriksa petugas yang ada di lapangan. Begitu juga dengan saksi-saksi," kata Hari seperti dikutip dari Antara, Jumat (16/7/2021).

Baca Juga:  PPKM Darurat, Pedagang Kopi Ini Malah Senang Digeruduk Polisi dan TNI

Ia menambahkan, pihaknya juga mengagendakan permintaan klarifikasi kepada Najamuddin Mustafa, anggota dewan yang dikenal berasal dari fraksi PAN itu. Langkah permintaan klarifikasi tersebut, kata dia, untuk memperjelas permasalahan yang terjadi antara petugas dengan Najamuddin Mustafa di pos penyekatan PPKM Darurat Kota Mataram.

"Apakah ini terkait dengan dugaan pelanggaran protokol kesehatan PPKM Darurat atau tidak, ya nanti kita lihat dari hasil klarifikasinya," ujar dia.

Peristiwa dugaan adu mulut yang terjadi antara petugas dengan anggota dewan itu dibenarkan Hari terjadi pada Kamis 15 Juli siang di pos penyekatan PPKM Darurat Kota Mataram.

Peristiwa itu pun sempat terekam video berdurasi sekitar tiga menit dan menjadi viral karena tersebar di media sosial. Baca Juga: Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Vaksinasi Covid-19 & PPKM Darurat di Bandung

Dalam videonya memperlihatkan Najamuddin bersama sopirnya yang mengendarai roda empat warna hitam berhadapan dengan petugas pos penyekatan. Ada dugaan Najamudin tidak diperkenankan melewati pos penyekatan karena tidak dapat menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19 kepada petugas.

Ia pun sempat meminta kepada petugas untuk segera di vaksin. Namun dalam videonya, petugas terlihat kebingungan karena tidak tersedia fasilitas vaksinasi di pos penyekatan.

Petugas pun menyarankannya untuk dilakukan tes cepat antigen. Najamudin bersama sopirnya terlihat bersedia.

Namun hal itu urung dilakukan, karena petugas sadar setelah melihat kejadian itu mendapat sorotan banyak pengendara lainnya. Khawatir kondusivitas di pos penyekatan terganggu, akhirnya petugas mempersilakan Najamudin bersama sopirnya melanjutkan perjalanan ke Kota Mataram.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini