Meski Minta Maaf, Proses Hukum Kades Jenar soal Maki Pejabat Tetap Dilanjutkan

Agregasi Solopos, · Jum'at 16 Juli 2021 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 512 2441616 meski-minta-maaf-proses-hukum-kades-jenar-soal-maki-pejabat-tetap-dilanjutkan-1XoNEwgkox.jpg Baliho Kades Jenar yang menuai kontroversi (Foto: Solopos)

SRAGEN — Polisi tak menghentikan penyelidikan terhadap Kepala Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Sragen, Samto, atas pemasangan baliho berisi makian kepada pemerintah. Meski, Kades tersebut telah menyampaikan permintaan maaf.

“Tidak (dihentikan). Tetap dilanjutkan,” kata Kapolres Sragen, AKPB Yuswanto Ardi, dalam pesan singkat, seperti dikutip Solopos, Jumat (16/7/2021).

Baca Juga:  Kiprah Kades Jenar Sragen Tak Percaya Corona: Tak Pakai Masker, Bolehkan Hajatan Warga

Senada disampaikan Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Guruh Bagus Edi Suryana. Menurutnya, proses penyelidikan dugaan kasus ujaran kebencian kepada pemerintah yang disampaikan melalui baliho itu masih berlanjut.

“Sudah ada lima saksi yang kita periksa. Masih kita dalami. Nanti kami juga akan berkoordinasi dengan Pemda karena mereka juga membentuk tim investigasi,” jelas Kasat Reskrim.

Luapan Emosi Sesaat

Sebelumnya, Kepala Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Samto, akhirnya meminta maaf kepada publik Sragen dan warga negara Indonesia pada umumnya.

Baca Juga:  Heboh Kades Jenar Sragen Tak Percaya Covid-19 Lalu Pasang Baliho Makian ke Pejabat

Permintaan maaf itu disampaikan setelah ia menghebohkan publik Sragen dengan nekat memasang baliho berisi cacian dan makian kepada pejabat yang dianggap tidak berpihak kepada warga terkait kebijakan penanggulangan Covid-19.

Permintaan maaf kepada publik itu disampaikan Samto secara terbuka di Mapolsek Jenar, Kamis 15 Juli 2021 siang. Dalam video yang diterima Solopos.com, Samto diapit oleh tiga aparat polisi, dua aparat TNI, petugas Trantib dan Camat Jenar, Edi Widodo.

“Assalamualaikum. Saya nama Samto, Kades Jenar, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Atas adanya baliho yang menyudutkan pemerintah yang saya pasang kemarin, hari Rabu, tanggal 14 Juli 2021 jam 16.00 WIB sore. Pada hari ini, Kamis 15 Juli 2021, saya dengan penuh kesadaran memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, terutama Muspika Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen dan seluruh warga negara Indonesia,” kata Samto dalam video itu.

Samto mengaku spontan membuat baliho itu sebagai luapan emosi sesaat. Setelah kejadian itu, Samto berjanji akan mendukung program pemerintah dalam menanggulangi persebaran Covid-19.

“Baliho itu saya buat dengan spontan dan emosi sesaat. Selanjutnya, saya mendukung pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Wassalamualaikum,” tutup Samto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini