Lapas Tasikmalaya Penuh, Penjual Kopi Langgar PPKM Ditahan di Sel Terpisah

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 17 Juli 2021 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 525 2441953 lapas-tasikmalaya-penuh-penjual-kopi-langgar-ppkm-ditahan-di-sel-terpisah-iZoZMddtNr.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tasikmalaya menempatkan penjual kopi yang melanggar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Asep luthpi Suparman (ALS) di sel terpisah. Sebab, Lapas Tasikmalaya saat ini dalam kondisi over kapasitas atau kelebihan muatan.

Kalapas Tasikmalaya, Davy Bartian membeberkan, saat ini, penghuni di Lapas Tasikmalaya berjumlah 357 orang. Padahal kapasitas Lapas Tasikmalaya sebenarnya hanya diperuntukkan menampung 88 orang.

Baca juga: Sekat 100 Titik Jalanan Jakarta, Polisi Klaim Mobilitas Turun

"ALS kami tempatkan terpisah karena yang bersangkutan baru saja masuk dari luar area lapas serta kondisi di dalam yang sudah overcrowded atau melebihi kapasitas. Kebutuhan dasar tetap kami berikan sebagaimana mestinya dan tentu kesehatannya juga terus kami pantau," kata Davy melalui keterangan resminya, Jumat (16/7/2021).

Sekadar informasi, Asep Luthpi Suparman akan menjalani pidana kurungan selama tiga hari di ruang khusus Lapas Kelas IIB Tasikmalaya. Asep merupakan pemilik kedai kopi yang memilih dipenjara ketimbang membayar denda Rp5 juta.

Asep dinyatakan bersalah melanggar aturan PPKM Darurat karena kedapatan melayani makan dan minum di tempat usahanya di masa pandemi.

Baca juga: Baku Hantam Dekat Stasiun Kramat, Pria Celana Loreng Oren KO Satu Pukulan

Kejaksaan Kota Tasikmalaya menyatakan Asep Luthpi melanggar Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.

"Yang bersangkutan memang diserahkan oleh pihak Kejaksaan Kota Tasikmalaya kepada kami setelah putusan. Tentu kami terima semata-mata untuk menjalankan tugas dan putusan pengadilan," ujar Davy.

Davy mengakui bahwa prosedur penerimaan Asep Luthpi sebagai warga binaan di Lapas Tasikmalaya tetap sama seperti sebelumnya. Yakni, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Penerimaan Warga Binaan Pemasyarakatan Baru. 

"Selain pemeriksaan administratif dan penertiban penampilan, ALS juga melakukan pemeriksaan kesehatan serta rapid test antigen mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung," pungkasnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini