34.682 Siswa Diproyeksikan Dapat Vaksinasi Covid-19 Secara Bertahap

Adi Haryanto, Koran SI · Jum'at 16 Juli 2021 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 65 2441527 34-682-siswa-diproyeksikan-dapat-vaksinasi-covid-19-secara-bertahap-W6muspE6RR.jpg foto: istimewa

CIMAHI - Dinas Pendidikan Kota Cimahi memproyeksikan sebanyak 34.682 siswa akan mendapatkan perogram vaksinasi Covid-19. Angka tersebut mengacu kepada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) siswa jenjang SD sampai SMA/SMK.

"Mulai pekan depan kita dapat giliran untuk memberikan vaksin Covid-19 kepada anak sekolah yang berusia 12-17 tahun," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Harjono.

Baca juga:  Pelajar SMP Usai Divaksin: Tidak Sakit Kok Disuntik, Ayo Sehat Bersama

Dia menyebutkan, proses vaksinasi dosis pertama tersebut akan dilakukan dibeberapa lokasi atau sekolah masing-masing. Untuk teknisnya akan dibahas lebih lanjut karena mesti berkoordinasi juga dengan Dinas Kesehatan terkait dengan tenaga kesehatannya.

Diakuinya data yang diproyeksikan itu cukup banyak, bahkan bisa bertambah lagi atau mungkin berkurang. Sebab data itu dihimpun dari semua sekolah SD dan SMP negeri maupun swasta hingga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kota Cimahi yang berusia 12 sampai 17 tahun.

 Baca juga: Ribuan Siswa SMP dan SMA di Kota Bandung Ikuti Vaksinasi Massal

"Bagi siswa SMP yang sudah lulus tidak masuk hitungan sementara, termasuk siswa 6 SD yang baru lulus, karena belum tentu sekolah di Cimahi lagi," ujarnya.

Sedangkan bagi sekolah jenjang SMA/SMK sederajat, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII. Sebab, untuk jenjang SMA/SMK menjadi kewenangan Pemprov Jabar.

"Jika tidak ada kendala minggu depan bisa mulai, tinggal kesiapan nakes dan tempat," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Pratiwi menyebutkan, pihaknya berencana memulai vaksin Covid-19 usai Idul Adha. Namun itupun tergantung dari kesiapan tenaga kesehatan yang bertugas sebagai vaksinator.

"Kita siap, namun memang harus melihat tenaga kesehatan. Harus dibagi-bagi karena vaksin di Puskesmas kemudian yang gebyar juga masih berjalan," terangnya. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini