Ketika Siswa SMP Belajar Jarak Jauh Berkonsep Podcast

Agregasi KR Jogja, · Jum'at 16 Juli 2021 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 65 2441801 ketika-siswa-smp-belajar-jarak-jauh-berkonsep-podcast-p5ZaVc3kB8.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

YOGYAKARTA - Tim pengabdian masyarakat UMY dan KKN Radio 2 UMY melakukan pelatihan pembuatan podcast, dan videocast materi ajar untuk mendukung pembelajaran jarak jauh yang bisa dipancarluaskan melalui radio dan Spotify di SMP Muhammadiyah 3 Kokap, Kulonprogo.

Program pendampingan ini bertujuan untuk menyajikan media pembelajaran yang menarik bagi siswa dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Erwan Sudiwijaya, selaku DPL KKN Radio 2 dan Ketua pengabdian masyarakat di SMP Muhammadiyah 3 Kokap, Kulonprogo menjelaskan pihaknya merencanakan solusi bagi mitra dengan pelatihan membuat naskah, merekam audio dan menggabungkan audio dengan slide presentasi kemudian mengolahnya menjadi materi audio visual.

Baca juga:  Kemendikbudristek : Kebugaran Anak di Masa Pandemi Harus Tetap Dijaga

Hasil dari pelatihan ini adalah para guru dan siswa di lingkungan SMP Muhammadiyah 3 Kokap, mampu berkolaborasi untuk membuat konten pembelajaran, jingle promosi sekolah dan konten ucapan hari-hari besar yang direkam sendiri melalui Anchor FM dan diunggah di Spotify.

Ketua KKN Radio 2 Ridho Wardana menuturkan bahwa proses pelatihan ini dilakukan dalam 4 hari karena selama pandemi guru-guru ke sekolah bergantian sesuai dengan jadwal piketnya, dilakukan di hari yang berbeda membuat berbagai kreatifitas guru saat melakukan perekaman dapat difasilitasi oleh teman-teman KKN.

Baca juga:  Menteri Nadiem: Jangan Putus Asa Belajar di Tengah Pandemi

Untuk meningkatkan produktifitas guru-guru SMP Muhammadiyah 3 Kokap dalam membuat konten pembelajaran yang kreatif, tim pengabdian masyarakat UMY pun menghibahkah satu studio rekaman audio yang kami set up di laboratorium komputer.

Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 3 Kokap, Fuad Nuri berharap semoga konten pembelajaran kreatif berbentuk podcast dan videocast yang dibuat oleh guru dapat meningkatkan semangat belajar siswa di masa pandemi.

Sejak berdiri pada 1986, ini adalah kali pertama bagi SMP Muhammadiyah 3 Kokap melakukan pembelajaran secara daring. Para guru yang menggunakan media whatsapp menuai banyak kendala.

Dalam mengakses internet siswa mengeluhkan kemampuan orang tua dalam menyediakan paket data, hal ini banyak ditemukan menjelang tenggat pengumpulan tugas. Beberapa siswa meminta izin untuk terlambat karena belum dibelikan paket data oleh orang tuanya.

Masalah lain yang muncul di akhir semester adalah memori telepon seluler yang penuh karena semua materi pembelajaran serta tugas dimasukan dalam aplikasi chatting whatsapp, sehingga siswa banyak yang mengeluhkan telepon selulernya menjadi lambat.

Pasca pendampingan, guru – guru telah mampu memproduksi materi pembelajaran digital berformat audio yang diupload di Spotify, sehingga materi pembelajaran kini tidak lagi membebani memory card ponsel siswa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini