Pusat Komando Terpadu 911 untuk Tingkatkan Keamanan Ibadah Haji

Susi Susanti, Koran SI · Minggu 18 Juli 2021 18:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 18 18 2442511 pusat-komando-terpadu-911-untuk-tingkatkan-keamanan-ibadah-haji-9AoDjZ6kax.jpg Ibadah haji (Foto: Reuters)

MAKKAH Keamanan untuk kelangsungan dan kelancaran ibadah haji tahun ini terus menjadi titik perhatian utama. Hal ini diungkapkan Letnan Satu Abdulaziz Zuhair Al-Ghamdi dari Pusat komando keamanan terpadu hubungan dan media. Al-Ghamdi mengatakan pihaknya menyediakan pusat komando keamanan terpadu 911 untuk memudahkan pengawasan keamaan bagi para jamaah haji.

Pos pemeriksaan telah didirikan di luar kota untuk memastikan hanya jamaah haji yang membawa izin yang sesuai yang boleh lewat.

Personel keamanan akan berpatroli di semua jalan menuju area pusat di sekitar Masjidil Haram dan tempat suci Kakbah untuk memastikan orang mengikuti aturan, termasuk protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Selain itu, lebih banyak petugas polisi telah dikerahkan di pusat darurat 911 untuk membantu menangani peningkatan panggilan.

Penjagaan keamanan yang ketat juga ditempatkan di sekitar Makkah dan tempat-tempat sucinya untuk mencegah orang-orang yang tidak berwenang memasuki kota itu selama haji.

(Baca juga: Covid-19 Hancurkan Mimpi Jamaah Haji Lansia)

Jamaah haji tidak akan diizinkan untuk melakukan perjalanan dengan berjalan kaki dari Masjidil Haram ke Arafah, atau antara Arafat, Muzdalifah dan Mina.

Sementara itu, selama pengarahan di Pusat Operasi Keamanan Terpadu (911) di Mekah, Komandan Pasukan Keamanan Haji Mayor Jenderal Zayed bin Abdulrahman Al-Tuwayan, mengatakan orang-orang hanya akan dapat berpindah antar lokasi dengan bus yang disediakan untuk tujuan tersebut.

“Bus-bus ini ada empat warna,” katanya. “Setiap warna mengacu pada area tertentu di dalam situs suci. Jemaah haji diharapkan untuk mematuhi instruksi dalam hal ini, karena mereka tidak akan diizinkan untuk berjalan kaki,” lanjutnya.

(Baca juga: Akomodasi Tambahan dan Portal Elektronik untuk Mudahkan Jamaah Haji)

Semua pintu masuk ke Mkkah dipantau tidak hanya oleh petugas keamanan, tetapi juga oleh kamera pencitraan termal untuk mencegah orang tanpa izin haji mengakses tempat-tempat suci.

“Pegunungan di sekitar Mekah dan semua lembahnya, di mana orang-orang yang tidak memiliki izin haji mungkin percaya bahwa mereka dapat mengakses tempat-tempat suci, sepenuhnya dipantau oleh pasukan Mujahidin dan dilengkapi dengan kamera untuk menggagalkan upaya tersebut,” tambahnya.

Dia mendesak semua warga dan penduduk untuk bekerja sama dengan pasukan keamanan selama masa tantangan luar biasa yang disebabkan oleh pandemi ini, untuk kesejahteraan semua.

Namun dia menegasan perencanaan pasukan untuk haji tidak hanya fokus pada keamanan, kesehatan dan langkah-langkah organisasi, tetapi juga pada pemberian bantuan saat dibutuhkan.

“Keselamatan jemaah haji adalah prioritas utama tetapi layanan kami juga termasuk mengarahkan jemaah yang tersesat ke tujuan mereka, dan mengamankan barang-barang yang mungkin hilang saat menjalankan ritual mereka,” tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini