Gerebek Bandar Narkoba di Tengah Pesta Sabu, Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan

Agung Sulistyo, iNews · Minggu 18 Juli 2021 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 18 340 2442311 gerebek-bandar-narkoba-di-tengah-pesta-sabu-polisi-lepaskan-tembakan-peringatan-hOlFuaYtkX.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

PAYAKUMBUH – Dua pengedar narkoba digerebeg petugas kepolisian saat tengah berpesta sabu di rumah salah satu tersangka. Dalam proses penangkapan polisi terpaksa melepaskan tembakan peringatan untuk mencegah tersangka kabur.

Tim Gagak Hitam Sat Narkoba Polres Payakumbuh, Sumatera Barat menggerebek sebuah rumah di Daerah Taeh Bukik, Kabupaten Lima Puluh Kota. Penggerebekan itu dilakukan berdasarkan informasi bahwa pengedar narkoba yang telah lama diincar polisi berada di rumah tersebut.

BACA JUGA: Ada Potensi Ledakan Kasus saat Idul Adha, Satgas Covid-19: Silaturahminya Virtual Saja 

Informasi tersebut terbukti benar karena saat petugas tiba di lokasi, dua tersangka tengah berada di dalam rumah. Sebelum melakukan penangkapan petugas terpaksa melepaskan tembakan peringatan untuk menghentikan dua tersangka, Yode Putra dan Anggi Saputra, yang berusaha kabur setelah mengetahui kedatangan polisi.

Petugas menggeledah kamar tersangka dan menemukan narkoba jenis sabu. Dari hasil penggeledahan ditemukan empat paket sabu siap edar, timbangan digital, dan uang hasil penjualan sabu sebesar Rp800 ribu.

BACA JUGA: Menko Luhut: Diperlukan 14-21 Hari Agar Kasus Covid-19 Menurun

Dari hasil interogasi polisi mengetahui bahwa tersangka mendapatkan barang haram itu dari bandar narkoba yang saat ini berada di lembaga pemasyarakatan. Dari hasil pengembangan petugas mengamankan seorang tersangka lainnya, Gusti Anggara, warga Jorong Bukit Tapung, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Dari tersangka Gusti, petugas mengamankan barang bukti berupa tiga paket sabu yang disembunyikan tersangka dalam wc di rumahnya.

Ketiga tersangka sudah lama menjadi buruan polisi karena kerap menjual narkoba di daerah Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Mereka merupakan bagian dari jaringan narkoba yang dikenadalikan dari Lapas Kelas Dua B Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Untuk proses lebih lanjut dan pengembangan, ketiga tersangka bersama barang bukti dibawa ke Mapolres Payakumbuh untuk menjalani pemeriksaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini