Tak Diproses Hukum, Kades Jenar Minta Maaf dan Sadar Covid-19 Berbahaya

Agregasi Solopos, · Minggu 18 Juli 2021 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 18 512 2442452 tak-diproses-hukum-kades-jenar-minta-maaf-dan-sadar-covid-19-berbahaya-WDjMnyuB1i.jpg Kepala Desa Jenar, Samto (tengah) meminta maaf (Foto: Solopos)

SRAGEN - Usai kembali berulah dengan mengamuk di lokasi hajatan lantaran dibubarkan Satgas Covid-19, Kepala Desa Jenar, Sragen, Samto, meminta maaf. Dirinya pun mengimbau warga untuk mentaati protokol kesehatan (prokes).

Hal itu dia ungkapkan seusai Polres Sragen tak memproses secara hukum tentang tindakannya saat memasang baliho kontroversial dan kegaduhan di tempat hajatan warga saat dibubarkan satuan tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kecamatan Jenar, Sragen.

Baca Juga:  Ini Kronologi Kades Jenar Mengamuk saat Hajatan Warga Dibubarkan Satgas

Kapolres dan Dandim justru memfasilitasi Kades Jenar untuk meminta maaf dan mengklarifikasi tentang tindakannya serta berjanji tak mengulangi perbuatan di Mapolres Sragen, Minggu (18/7/2021).

Dalam jumpa pers di Mapolres itu, Samto mengenakan kaus berkerah warna merah dan celana abu abu tanpa alas kaki.

Samto diundang datang ke Polres Sragen untuk dimintai keterangan secara maraton pada Sabtu 17 Juli 2021 sore. Pemeriksaan dilakukan Sabtu sore sampai Minggu pagi. Saat berjalan pun Samto dibantu personel Polres Sragen lantaran penyakit stroke yang dideritanya.

Samto duduk di antara Kapolres AKBP Yuswanto Ardi dan Dandim 0725/Sragen Letkol (inf) Anggoro Heri Pratikno. Dengan suara agak terbata-bata, Samto membacakan surat pernyataan permintaan maaf dan klarifikasi di hadapan wartawan.

“Saya Samto, selaku Kepala Desa Jenar dengan penuh kesadaran tanpa ada paksaan dari pihak manapun, memohon maaf sebesar-besar kepada Pemkab Sragen dan seluruh masyarakat Sragen atas segala tindakan, ucapan, dan sikap saya yang tidak mendukung kebijakan pemerintah dan membuat keresahan di masyarakat. Berdasarkan data dan informasi yang saya terima dari Polres tentang kondisi dan situasi pandemi Covid-19, saya menyadari dan percaya sepenuhnya bahwa Covid-19 itu ada dan sangat berbahaya sehingga harus diperangi bersama,” ujar Samto membacakan pernyataan itu.

Baca Juga:  Kembali Berulah saat Hajatan Warga Dibubarkan, Kejiwaan Kades Jenar Sragen Perlu Diperiksa

Distorsi Informasi

Samto mengimbau kepada masyarakat, khususnya di Desa Jenar, agar mendukung program pemerintah, khususnya pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, dengan menaati protokol kesehatan. Untuk sementara waktu, Samto melarang warga Desa Jenar untuk menggelar hajatan sampai situasi terkendali.

“Segera ikuti program vaksinasi gratis yang diadakan Pemkab agar semua bisa terhindar dari persecaran Covid-19. Saya berjanji tidak akan mengulangi. Bila terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan situsasi dan kondisi sata ini maka saya secara sadar siap dipidana sesuai aturan yang berlaku,” kata Samto.

Kapolres Sragen dan Dandim sengaja mengambil kebijakan menyelesaikan kasus Kades Jenar secara kekeluargaan mengingat kondisi kesehatan Kades Jenar yang kurang baik. Selain itu, Kapolres menerangkan Samto sebagai aparat pemerintah desa masih dibutuhkan bantuannya untuk meneruskan program pemerintah dalam pengendalian Covid-19 di Desa Jenar.

“Saya sudah berbincang empat mata dengan beliau (Kades Jenar Samto). Rupanya beliau kurang mendapat data situasi akurat dan terkini tentang perkembanagan Covid-19. Saya jelaskan ke beliau, Pemkab sangat serius dalam menyelamatkan masyarakat lewat operasi yustisi yang dilakukan setiap siang dan malam; penyaluran bantuan sosial; vaksinasi; menjaga instalasi kesehatan supaya tidak kekurangan oksigen dan obat-obatan; dan membantu pemulasaraan jenazah,” ujar Kapolres.

Ardi, sapaan Kapolres, menerangkan apa yang dilakukan Pemkab bersama Polri dan Kodim itu menunjukkan bukti Covid-19 itu ada. Dia menerangkan apa yang dilakukan Kades Jenar itu disebabkan adanya distorsi informasi Covid-19 dan kurang tersampaikannya informasi dengan baik kepada Kades Jenar.

Setelah Kades Jenar itu memahami dan mendapat informasi yang akurat tentang Covid-19, kata Kapolres, Kades Jenar mendukung dan membantu menyukseskan pengendalian Covid-19.

Komandan Kodim 0725/Sragen, Letkol (Inf) Anggoro Heri Pratikno, mengimbau kepada masyarakat Sragen agar menjalankan protokol kesehatan dengan tulus dan ikhlas untuk kesehatan semua. Dia mengajak untuk menjaga keselamatan diri masing-masing, keluarga, dan masyarakat sekitar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini