Penjual Kopi Pelanggar PPKM Darurat di Tasikmalaya Bebas dari Penjara

Riezky Maulana, iNews · Minggu 18 Juli 2021 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 18 525 2442464 penjual-kopi-pelanggar-ppkm-darurat-di-tasikmalaya-bebas-dari-penjara-BSso8sJPpK.jpg Asep Luthpi Suparman dibebaskan setelah menjalani hukuman (Foto: Ditjen PAS)

JAKARTA - Pelanggar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Tasikmalaya, Asep Luthpi Suparman (ALS) dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tasikmalaya, Minggu 18 Juli 2021 pagi. Asep dibebaskan usai menjalani hukuman selama tiga hari, terhitung Kamis 15 Juli 2021 selepas keluarnya putusan dari pengadilan.

Kepala Lapas Kelas IIB Tasikmalaya Davy Bartian menuturkan, penerimaan maupun pembebasan Asep telah dilakukan sesuai dengan mekanisme dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

"Pembebasan yang bersangkutan hari ini telah melalui prosedur dan administrasi sehingga yang bersangkutan sudah bisa dibebaskan tepat pada waktunya yaitu pukul 08.00 WIB," ujar Davy dalam keterangan tertulis Ditjen PAS Kemenkumham, Minggu (18/7/2021).

Baca Juga:  Apresiasi Polres Gowa, Ketua DPD RI: Tidak Boleh Ada Kekerasan saat PPKM!

Saat dibebaskan, Asep yang dijemput kedua orang tua serta kerabat terdekat berpesan agar masyarakat mematuhi aturan PPKM Darurat yang berlaku. Menurut dia, kebijakan ini memang diberlakukan untuk kepentingan masyakarat dalam upaya menekan laju penyebaran Covid-19.

“Saya cuma nitip pesan saja ke masyarakat, mending ikuti aturan PPKM Darurat, jangan seperti saya. Soalnya, aturan darurat ini memang untuk kepentingan banyak orang, semua masyarakat, dalam menekan penyebaran Covid-19,” ujar Asep.

Baca Juga: Gerai Pijat Plus-Plus Buka saat PPKM Darurat, 19 Terapis Cantik Diamankan

Asep mengaku, selama tiga hari mendekam di Lapas Tasikmalaya, seluruh petugas memperlakukannya dengan baik. Menurutnya, ke depan, dirinya akan kembali mengelola usahanya dengan mematuhi aturan yang berlaku dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

“Justru kalau kita melanggar akan lebih sulit bagi kita sebagai pelaku usaha,” ucapnya.

Sebelumnya, Asep diputus bersalah karena terbukti melanggar Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat. Dia dijatuhi pidana kurungan karena tempat usahanya tak mematuhi aturan PPKM di masa pandemi.

Asep merupakan pemilik kedai kopi yang memilih dipenjara ketimbang membayar denda Rp5 juta. Asep dinyatakan bersalah melanggar aturan PPKM Darurat karena kedapatan melayani makan dan minum di tempat usahanya di masa pandemi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini