Sulitkah Sistem Perizinan Ibadah Haji di Arab Saudi saat Pandemi?

Tim Okezone, Okezone · Senin 19 Juli 2021 10:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 19 18 2442727 sulitkah-sistem-perizinan-ibadah-haji-di-arab-saudi-saat-pandemi-vgpiYxfUlq.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Negara Arab Saudi dikenal sebagai negara yang tegas dalam menetapkan aturan, salah satunya masalah perizinan. Konsul Haji Konsulat jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Endang Jumali menyampaikan bagaimana mengurus sistem perizinan ibadah haji di masa pandemi seperti saat ini.

“Ya di sini kan terpadu ya, jadi ketika orang itu sudah memiliki identity permit ya atau residence permit itu semua hal yang bersangkutan dengan perizinan, kemudian pengajuan dan lain-lain itu mudah sekali,” kata Endang dalam Special Dialogue Okezone beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Khotbah Arafah 2021 Tersedia dalam 10 Bahasa, Termasuk Indonesia

Endang menjelaskan, ketika sudah mendapatkan izin, orang tersebut harus sesuai dengan persyaratan yang diminta seperti usia 18 tahun hingga 65 tahun, sudah divaksin 2 kali atau belum, dan tidak memiliki penyakit kronis. Bila sudah memenuhi persyaratan yang ada, orang tersebut tentu akan mendapatkan izin.

“Juga ketika dia sudah dinyatakan lolos, dan dia mampu membayar paket layanan. Paket layanan ini kan ada 3 level ya,” tambahnya.

Baca juga: Langgar Prokes, Siap-Siap Denda hingga Deportasi

Paket layanan ini terdiri dari 3 level. Bila memilih level tertinggi biaya yang harus dikeluarkan sekitar 20 ribu riyal, level yang kedua biayanya sekitar 17 ribu riyal dan level yang terakhir biayanya sekitar 12 ribu riyal.

Diketahui, Arab Saudi mulai menggelar rangkaian ibadah haji 1442 H pada Sabtu 17 Juli 2021. Kuota haji memang dibatasi hanya 60 ribu. Haji ini juga dikhususkan bagi warga Saudi dan ekspatriat yang sudah menetap di sana.

Mereka dipilih dari lebih 500 ribu calon jamaah yang mendaftar. Dari 60 ribu jamaah haji, sebagian adalah warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di Saudi. Saat ini sudah terdata 327 WNI yang menjadi jamaah haji tahun ini. Mereka adalah WNI yang selama ini sudah menetap di Arab Saudi dan ikut mendaftar sebagai calon jemaah sesuai prosedur yang diberlakukan Saudi.

Jamaah yang sudah terdata ini terdiri atas unsur diplomat (KBRI dan KJRI), Pekerja Migran Indonesia (PMI), serta mahasiswa Indonesia dan sejumlah WNI lainnya yang sudah lama menetap di Saudi.

Dia menjelaskan, proses pendataan WNI yang berhaji tahun ini masih dilakukan. Data ini akan terus berkembang. Mungkin baru final saat wukuf di Arafah atau menginap di Mina. Agnes Terisia. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini