Ini Penjelasan Pakar Unair Soal Kabar Pasien Covid-19 Meninggal karena Interaksi Obat

Aan haryono, Koran SI · Senin 19 Juli 2021 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 19 65 2443030 ini-penjelasan-pakar-unair-soal-kabar-pasien-covid-19-meninggal-karena-interaksi-obat-UGD82m3ysr.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

SURABAYA - Kabar banyaknya pasien Covid-19 meninggal akibat interaksi obat yang menyebabkan asidosis laktat membuat banyak warga gelisah. Apalagi banyak berseliweran kabar tersebut di berbagai media sosial.

Pakar Kesehatan dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga, Dr. dr. Meity Ardiana SpJP(K) menuturkan, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah bahwa kombinasi obat pada pasien Covid-19 menyebabkan asidosis laktat.

“Penyebab asidosis laktat itu sendiri bermacam-macam dan kita harus memahami patofisiologi terjadinya asidosis laktat, sebelum serta-merta menyimpulkan penyebab asidosis laktat pada pasien Covid-19 adalah karena interaksi obat,” kata Meity, Senin (19/7/2021).

Baca juga:  5 Provinsi Penyumbang Terbanyak Kasus Covid-19 Hari Ini

Ia melanjutkan, ketika seseorang terinfeksi Covid-19, kekurangan oksigen yang terjadi pada derajat sedang hingga berat dapat menyebabkan timbulnya asidosis laktat. Sementara asidosis laktat yang terjadi dapat menyebabkan peningkatan keasaman darah yang juga dapat memperberat kondisi pasien seperti sesak nafas atau penurunan kesadaran. Sehingga, dapat disimpulkan jika kondisi Covid-19 dan asidosis laktat saling memperberat satu sama lain.

Terkait interaksi obat, katanya, setiap dokter yang memberi peresepan obat pada pasien tentu sudah menimbang manfaat maupun risiko interaksi obat yang dapat terjadi. Dokter akan memilih golongan obat dengan risiko interaksi paling minimal bagi pasien.

 Baca juga: Rekor! Kasus Meninggal Dunia Akibat Covid-19 Bertambah 1.338

Dr. Meity juga mengatakan, obat yang perlu dikonsumsi antara satu pasien Covid-19 dengan pasien lainnya tentu berbeda. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni terkait apakah seseorang tergolong pasien dengan gejala ringan, sedang atau berat dan apakah pasien tersebut sedang menjalani opname atau isolasi mandiri.

“Disarankan untuk mengonsumsi vitamin dan suplemen yang memang sudah terbukti secara ilmiah dapat mencegah, atau mempercepat kesembuhan Covid-19 sesuai rekomendasi yang ada,” ungkapnya.

Ia menambahkan, rekomendasi untuk pencegahan saat ini adalah dengan memberikan multivitamin yang mengandung vitamin C, B, E, Zinc, dan vitamin D. Fitofarmaka juga dapat diberikan karena telah teregistrasi oleh BPOM.

“Perlu diingat bahwa vitamin adalah suplemen, dimana fungsinya hanya untuk menambah nutrisi dari makanan sehari-hari,” ujarnya.

Dr. Meity berpesan agar masyarakat tidak perlu melakukan panic buying terhadap obat-obatan dan vitamin yang dipercaya dapat menyembuhkan Covid-19.

Dia mengungkapkan, apabila pola makan sehat dapat dijaga, maka kebutuhan mikro dan makronutrien yang dapat mencegah infeksi Covid-19 maupun virus dan penyakit lain akan dapat terpenuhi. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini