Kisah Arif, Pemuda Disabilitas yang Beli Hewan Kurban Hasil Memulung

INews.id, · Rabu 21 Juli 2021 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 525 2443711 kisah-arif-pemuda-disabilitas-yang-beli-hewan-kurban-hasil-memulung-dZz6jYKexi.jpg Arif, penyandang tunagrahita menunjukkan kambing kurban dan berbincang dengan anggota DPR RI Dedi Mulyadi (Foto: ist/inews)

BEKASI - Di tengah kemampuan akal dan ekonomi yang terbatas, tak menyurutkan Arif (36) untuk berbagi ke sesama. Pemuda disabilitas yang tinggal di Kota Bekasi itu rutin dalam enam tahun terakhir berkurban saat Idul Adha.

Pria penyandang tunagrahita itu membeli sendiri hewan kurbannya dan dagingnya dibagikan kepada mereka yang berhak dan membutuhkan.

Kesehariannya diisi dengan keliling menggunakan sepeda mencari kardus bekas. Kardus-kardus itu dikumpulkan lalu dijual. Selain memulung kardus, Arif juga sering membantu orang lain mencuci mangkuk pedagang bakso, menyalakan lampu penerangan jalan, dan membersihkan masjid di dekat rumahnya.

Baca Juga:  Stafsus Presiden Minta Penyandang Disabilitas Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19

Hewan kurban itu dibeli Arif dengan menabung. Penghasilannya memulung kardus dan pekerjaan lain, dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga cukup untuk membeli hewan kurban, seekor kambing seharga Rp2,6 juta.

Sosok inspiratif Arif menarik perhatian anggota DPR Dedi Mulyadi yang sedang melakukan pekerjaan di Kota Bekasi. Dedi pun bertemu dengan Arif yang sedang merawat kambing kurban miliknya.

Arif bercerita, kambing tersebut dibeli dengan harga Rp2,6 juta. Uang untuk membeli hewan kurban, dia peroleh dari hasil bekerja kemudian disimpan di kotak yang diikat di atas sepeda. "Beli pakai uang Rp2.000-an. Kemarin beli Rp2,6 juta. Beli sendiri," kata Arif.

Baca Juga: Ridwan Kamil Dukung Penuh Pembentukan Komisi Nasional Disabilitas

Pengakuan Arif itu dibenarkan oleh warga sekitar. Menurut warga, meski Arif berkebutuhan khusus tapi disenangi karena sosoknya periang dan sering membantu warga. Sementara itu orangtua Arif, Widodo mengatakan anaknya ini rutin membeli hewan kurban sejak enam tahun lalu.

"Kalau kurang (uang untuk membeli hewan kurban) kadang kami tambahin. Kalau tahun ini dia beli pakai uang sendiri semua," kata Widodo.

Widodo menyatakan mayoritas warga menyukai sosok Arif yang periang dan suka menolong. Namun, tak semua orang senang kepada Arif. Ada sejumlah tetangga dekat merasa terganggu hingga sering melapor ke RT RW. "Rumah kan penuh sama kardus dan barang bekas yang dikumpulkan Arif. Katanya tetangga pada komplain hingga sering lapor ke RT, RW," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini