Mahasiswi Unair Ciptakan Kukis dari Cangkang Telur Pencegah Osteoporosis

Aan haryono, Koran SI · Rabu 21 Juli 2021 12:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 65 2443721 mahasiswi-unair-ciptakan-kukis-dari-cangkang-telur-pencegah-osteoporosis-dD9KhmHc4Q.png foto: istimewa

SURABAYA - Berbagai terobosan untuk membantu kesehatan masyarakat bisa dilakukan dari berbagai sektor. Salah satunya menciptakan makanan sehat yang memiliki banyak manfaat. Salah satunya dilakukan mahasiswa Universitas Airlangga dengan menciptakan produk kukis pencegah osteoporosis dari olahan cangkang telur.

Selama ini cangkang telor kerap dipandang sebelah mata. Namun, setelah dilakukan berbagai ujicoba dan penelitian yang mendalam, manfaat besar dari cangkang telor bisa dipakai untuk pencegahan penyakit.

Baca juga:  Didorong Cita-Cita ke Paris, Sopir Ojol Ini Berhasil Lulus Cumlaude S2 Unair

Huzaifah Arofik selaku ketua tim mahasiswa menuturkan, ide awal diciptakan kukis itu karena kalsium karbonat menjadi senyawa penting yang dapat membantu mencegah pengeroposan tulang. Umumnya zat itu dikonsumsi dalam bentuk suplemen namun penggunaannya terbatas pada usia tertentu serta relatif membutuhkan biaya yang cukup mahal.

Baca juga:  Unair Terima 4 Mahasiswa Berusia 15 Tahun Lulus SNMPTN 2021

Berbagai ujicoba dan terobosan baru akhirnya menemukan ‘KIES KATEL’ sebagai alternatif lain yang memiliki manfaat sama. Selain itu, produk tersebut memiliki harga yang lebih terjangkau dan dapat dikonsumsi oleh semua kalangan.

“Tim kami mencoba membuat produk makanan ringan berkualitas yaitu ‘KIES KATEL’ dengan memanfaatkan penelitian cangkang telur yang tinggi kalsium karbonat dalam bentuk cookies. Sehingga sangat praktis dan efisien dikonsumsi sekaligus berguna menjaga kesehatan tulang,” kata Huzaifah, Rabu (21/7/2021).

Mahasiswa Fakultas Farmasi ini menambahkan, selain untuk kesehatan, diciptanya produk itu dapat mendukung pemanfaatan cangkang telur. Diketahui, selama ini cangkang telur memiliki kuantitas besar namun kurang dimanfaatkan.

Ia menambahkan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa kalsium dalam cangkang telur sebesar 381 miligram per-gram cangkang sesuai standar AKK (angka kecukupan kalsium) 2019. Sehingga dengan mengkonsumsi satu kemasan kukis dapat memenuhi kalsium per hari.

“Produk ini tersedia dengan dua varian rasa yaitu coklat dan strawberi yang dibuat tanpa penambahan pengawet. Itu karena telah dilakukan proses pengawetan dan dikemas secara praktis dan ringkas dengan desain menarik,” ungkapnya.

Hadirnya produk tersebut Huzaifah berharap dapat menurunkan angka osteoporosis di dunia terlebih Indonesia. Juga dapat mengurangi limbah cangkang telur pada lingkungan. Kukis dari cangkang telor ini menjadi program kreativitas mahasiswa (PKM) yang berhasil lolos pendanaan di Bidang Kewirausahaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek). (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini