Sejumlah Menteri Lulusan Universitas Indonesia, Ini Daftarnya

Poetra Achock Haekal, Litbang Okezone · Rabu 21 Juli 2021 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 65 2443906 sejumlah-menteri-lulusan-universitas-indonesia-ini-daftarnya-D8pLJmYJDa.jpg foto: istimewa

JAKARTA - Universitas Indonesia (UI) merupakan universitas favorit sekaligus salah satu universitas tertua di Indonesia. Dari UI telah menghasilkan tenaga ahli dibidangnya, tidak terkecuali posisi-posisi strategis di pemerintahan, setingkat Menteri. Berikut daftar Menteri yang ternyata lulusan UI.

1. Ali Alatas (Menteri Luar Negeri Republik Indonesia tahun 1988-1999)

Dr. (H.C.) Ali Alatas, S.H. (lahir Jakarta, 4 November 1932 dan meninggal di Singapura, 11 Desember 2008) adalah seorang diplomat Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia tahun 1988-1999 di bawah Presiden Soeharto dan BJ Habibie.

Hingga wafatnya, ia menjabat sebagai Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Myanmar, Utusan Khusus Presiden RI untuk masalah Timur Tengah, dan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden. Pendidikan dasar kediplomatan diperoleh di Akademi Dinas Luar Negeri Jakarta (lulus 1954) dan di Fakultas Hukum UI (lulus 1956).

Selanjutnya ia menggeluti dunia pers hingga awal 1950, kemudian ia masuk Direktorat Ekonomi Antarnegara departemen Luar Negeri. Karier sebagai diplomat dijalaninya di berbagai perwakilan Indonesia, seperti Thailand, Amerika Serikat, dan PBB.

Ia pernah juga menjadi seketaris Adam Malik ketika Adam Malik menjadi Menteri Luar Negeri (1970-1976) dan Wakil Presiden RI (1978-1982). Kisah hidupnya sebagian besar sebagai diplomat, meskipun di masa kecil, alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini bercita-cita menjadi pengacara.

Setelah Ali Alatas lulus dari Universitas Indonesia pada tahun 1956 dan dia pun mengangkat koper ke Bangkok, mengawali tugas diplomatiknya yang pertama sebagai Sekretaris Kedua di Kedutaan Besar RI 9 di Bangkok (1956-1960). Selama dua dasawarsa lebih Ali Alatas memperlihatkan kelas tersendiri sebagai diplomat.

2. Sri Mulyani, Menteri Keuangan (2005–2010 dan 2016–sekarang)

 

Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D (lahir di Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962) adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia saat ini. Sri Mulyani sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia.

Ia menjabat sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Sri Mulyani adalah wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010 hingga dia dipanggil kembali oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Bambang Brodjonegoro, dia mulai menjabat lagi sejak 27 Juli 2016. Sri Mulyani, merupakan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) angkatan 1981.

3. Yusril Ihza Mahendra (Menteri Sekretaris Negara (2004–2007), Menteri Kehakiman dan HAM (2001–2004) & Menteri Hukum dan Perundang-undangan (1999–2001)

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra (lahir di Manggar, Belitung Timur, Bangka Belitung, 5 Februari 1956) adalah seorang advokat, akademisi di bidang hukum tata negara, politikus, dan salah seorang tokoh pemikir dan intelektual Indonesia.

Ia pernah bekerja di Sekretariat Negara sebagai penulis pidato Presiden Soeharto dan BJ Habibie, kemudian menjadi anggota DPR/MPR RI, dan selanjutnya menjabat sebagai Menteri Hukum dan Perundang-Undangan, Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dan Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia.

Yusril memulai kariernya sebagai pengajar di Fakultas Hukum Universitas Indonesia dalam mata kuliah Studia Islamica, Hukum Tata Negara, Perbandingan Hukum Tata Negara, Teori Ilmu Hukum, dan Filsafat Hukum. Yusril Ihza Mahendra merupakan Alumni FIB UI tahun 1976 dan FH UI tahun 1983.

4. Agus Martowardojo, Menteri keuangan Indonesia (2010-2013), Gubernur Bank Indonesia (2013-2018)

 

Agus Dermawan Wintarto Martowardojo (lahir di Amsterdam, Belanda, 24 Januari 1956) adalah seorang bankir yang menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia sejak 23 Mei 2013 hingga 23 Mei 2018.

Agus menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia yang ke-16 pada tanggal 24 Mei 2013 sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 45/P tahun 2013, untuk periode lima tahun yang berakhir pada 2018.

Sebelum menjadi Gubernur Bank Indonesia, Agus adalah Menteri Keuangan yang ke-27 dalam Kabinet Indonesia Bersatu II, menggantikan Sri Mulyani Indrawati sejak 19 Mei 2010 hingga 19 April 2013. Sebelum menjabat sebagai Menteri Keuangan, Agus D.W. Martowardojo memegang posisi kunci di beberapa bank terkemuka di Indonesia.

Menjabat sebagai Presiden Direktur dan CEO Bank Mandiri (2005–2010),[5] Direktur Utama Bank Permata (2002-2005), penasihat Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (2002), Managing Director Bank Mandiri (1999–2002), Direktur Utama PT Bank Exim Indonesia (1998–1999), dan Presiden Direktur Bank Bumiputera (1995–1998).

Di awal kariernya, Agus Dermawan Wintarto Martowardojo bergabung dengan Bank Niaga (1986–1994) dan Bank of America (1984–1986). Agus D.W. Martowardojo juga memimpin Dewan Penasehat Asosiasi Bank Indonesia sejak 2009. Ia merupakan sarjana ekonomi di Universitas Indonesia tahun 1984. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini