Jadi Korban Vaksin Covid Palsu, Setidaknya 800 Orang Disuntik dengan Air

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 22 Juli 2021 10:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 18 2444191 jadi-korban-vaksin-covid-palsu-setidaknya-800-orang-disuntik-dengan-air-TgWaGmu45V.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

KAMPALA - Setidaknya 800 orang disuntik dengan vaksin palsu yang dijual oleh sekelompok penipu di Uganda. Pihak berwenang mengatakan "vaksin" itu terdiri dari sebagian besar air, dan menyarankan para korban untuk mendapatkan suntikan yang legal, yang bisa didapat secara gratis.

Para penipu itu ditangkap pada akhir Juni, dan dokumen yang disita dari kelompok itu menunjukkan bahwa setidaknya 812 orang menerima suntikan vaksin Covid-19 palsu tersebut.

BACA JUGA: 2.500 Warga India Jadi Korban Vaksin Palsu Berisi Larutan Garam

Kelompok itu beroperasi di Ibu Kota Kampala, dan termasuk setidaknya dua perawat dan seorang pria yang menyamar sebagai dokter medis. Meski para perawat berhasil ditangkap, si 'dokter' berhasil kabur dan masih dalam pelarian.

Dokter palsu itu menargetkan beberapa perusahaan, membujuk mereka agar karyawan mereka 'divaksinasi' dan membebankan biaya antara USD28 dan USD56 (Rp406 ribu dan Rp812 ribu) per suntikan.

Botol yang disita sangat mirip dengan vaksin AstraZeneca yang diproduksi oleh Serum Institute India.

BACA JUGA: Pemerintah Pastikan Tidak Temukan Sindikat Vaksin Palsu di Indonesia

Kepala Unit Pemantau Kesehatan dalam Kepresidenan Uganda, Dr. Warren Naamara, mengatakan pemerintah telah mengirim beberapa botol ke India untuk diperiksa. dengan Institut yang mengonfirmasi bahwa mereka tidak pernah memproduksinya atau memasok suntikan yang cacat ke negara itu.

Dengan 'vaksin' yang terbukti palsu, ada kekhawatiran tentang apa yang sebenarnya disuntikkan oleh para korban penipuan. Untungnya, setelah menyelesaikan analisis mereka, pihak berwenang menyatakan vaksin palsu yang disita dari kelompok tersebut tidak berbahaya.

Vaksin palsu lebih banyak mengandung air daripada apa pun dari kandungan kimianya saat dianalisis.

Pihak berwenang menekankan bahwa meski orang-orang yang telah mendapatkan suntikan vaksin palsu itu harus pergi dan mendapatkan suntikan virus corona yang sah di fasilitas inokulasi yang dikelola negara.

"Semua orang yang divaksinasi dengan biaya, terutama di lingkungan kerja tersangka yang masih buron, disarankan untuk mendapatkan vaksin Covid-19 gratis di pusat vaksinasi yang disetujui Kementerian Kesehatan," kata Naamara sebagaimana dilansir RT.

Sejak awal pandemi, Uganda mencatat sekitar 90.000 kasus virus corona dengan lebih dari 2.400 orang meninggal karena penyakit tersebut. Mengingat angka pengujian yang sangat sederhana, bagaimanapun, telah disarankan bahwa situasi sebenarnya di lapangan mungkin jauh lebih buruk.

Proses vaksinasi di Uganda sangat lambat, terhambat oleh pengiriman suntikan yang tidak memadai dari program COVAX berbagi vaksin yang dijalankan PBB, yang dirancang untuk negara-negara miskin. Situasi ini menyebabkan banyak pusat vaksinasi menjadi lahan subur bagi penipu untuk mencari mangsa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini