Kisah Pilu Mahasiswa Asal Jakarta yang Meninggal Terpapar Covid-19 di Sleman

Agregasi KR Jogja, · Kamis 22 Juli 2021 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 65 2444233 kisah-pilu-mahasiswa-asal-jakarta-yang-meninggal-terpapar-covid-19-di-sleman-Sff66Rqfe0.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

Dan pada Rabu 7 Juli 2021 malam, saturasi Aji mulai menurun, 80-an. Nafasnya mulai tersengal. Tak ada oksigen di kosnya. Kondisi semua rumah sakit saat itu masih penuh dengan pasien. Aji pun meminta tolong kepada Rara untuk mencari oksigen.

Rara bersama beberapa teman, termasuk dosen prodinya, mencari informasi IGD di berbagai rumah sakit rujukan. Hasilnya nihil. Ketersediaan oksigen di berbagai tempat pun sama. Karena sudah larut malam, mencari oksigen bagi Rara tentu tak mudah. Apalagi krisis oksigen saat itu masih melanda rumah-rumah sakit rujukan Covid-19 di DIY.

 

Kemudikan Motor ke Rumah Sakit

 

Meski melakukan proning, kondisi Aji semakin pagi semakin ngedrop. Kamis 8 Juli 2021 kala subuh datang, Aji meminta Rara untuk menemaninya ke rumah sakit. RS Sardjito dipilih karena dekat dengan kosnya. Ia sudah tak tahan dengan sesak nafas yang dialami. Kondisi kesehatannya terus memburuk.

 Baca juga: Survei Kemenag: 81% Masyarakat Indonesia Lebih Religius di Masa Pandemi

Dalam kondisi genting, tanpa pikir panjang Rara menyanggupi permintaan Aji. Setelah sholat subuh, perempuan muda ini membawa sepeda motornya menuju ke kos Aji. Untuk menyelamatkan sahabatnya.

Dengan menahan rasa sakit, Aji menaiki motornya bergerak ke arah RS Sardjito. Di belakangnya, sepeda motor Rara menguntit. Kondisi Rara saat itu sebenarnya masih demam.

Bisa dibayangkan, pasien Covid-19 dengan kondisi ngedrop membawa dirinya sendiri ke rumah sakit. Aji, kata Rara, sebenarnya sudah antri masuk ke selter, dia dijadwal tiga hari (sejak Rabu) masuk selter. Tapi sebelum masuk selter, Aji masuk rumah sakit lebih dulu.

"Saya sudah tidak berfikir panjang, masuk IGD Sardjito, ngurus administrasi, masuk ke poli Covid-19 tanpa APD, saya tahu resikonya. Dalam pikiran saya waktu itu, bagaimana Aji segera ditangani," cerita Rara kepada Harianjogja.com.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini