Soal Polemik Rektor UI, Ini Tanggapan Dirjen Dikti Kemendikbudristek

Neneng Zubaidah, Koran SI · Kamis 22 Juli 2021 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 65 2444356 soal-polemik-rektor-ui-ini-tanggapan-dirjen-dikti-kemendikbudristek-ykIqz6OqyQ.jpg Rektor UI, Prof Ari Kuncoro (foto: Dok Sindo)

JAKARTA - Polemik rangkap jabatan Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof Ari Kuncoro yang juga menjabat sebagai komisaris BUMN memantik perhatian banyak pihak. Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbudristek, Nizam pun memberikan tanggapan mengenai hal ini.

Nizam menjelaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, ada otonomi yang diberikan kepada UI sebagai Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH).

“UI memiliki otonomi penuh untuk mengelola perguruan tinggi dalam bidang akademik dan nonakademik, termasuk dalam mengajukan perubahan statuta,” katanya melalui keterangan tertulis.

Baca juga:  Ari Kuncoro Mundur dari Wakil Komisaris Utama, BRI Benahi Tata Kelola Perusahaan

Nizam menjelaskan, perubahan statuta UI diinisiasi oleh UI sejak tahun 2019. Di mana pembahasan dengan Kemendikbudristek dilakukan sejak awal tahun 2020 hingga 10 Mei 2021.

“Dengan melibatkan berbagai organ di dalam Universitas Indonesia, di antaranya Majelis Wali Amanat, Rektorat, Senat Akademik, dan Dewan Guru Besar,” terangnya.

Baca juga:  Sepak Terjang Ari Kuncoro: Pernah Komut BNI, Mundur dari Wakomut BRI dan Pilih Jadi Rektor UI

Nizam juga menjelaskan, statuta pada dasarnya adalah aturan tata kelola yang diinginkan dan dirancang oleh perguruan tinggi. Menurutnya, tentunya tata kelola tersebut merupakan pilihan yang direpresentasikan oleh seluruh komponen perguruan tinggi.

Oleh karena itu, dia menerangkan, bila ada pihak-pihak yang memiliki masukan lebih lanjut terkait statuta UI dapat mengajukan revisi/perubahan statuta kepada organ-organ dalam Universitas Indonesia.

“Sesuai dengan tata kelola perguruan tinggi yang otonom. Kemendikbudristek akan mendiskusikan penyesuaian statuta bersama Universitas Indonesia berdasarkan masukan dari berbagai pihak sesuai prosedur yang berlaku,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Ari Kuncoro resmi mundur dari jabatan Wakil Komisaris Utama dan Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Keputusan pengunduran Ari Kuncoro ini disampaikan BRI dalam keterbukaan informasi BEI, Jakarta, Kamis (22/7/2021).

Pengunduran diri Rektor UI tersebut disampaikan pada tanggal 21 Juli 2021. Sehari sebelum BRI menggelar RUPSLB hari ini.

Seperti diketahui, sosok Ari memang ramai dibahas belakangan ini. Sebab, selain mengisi struktur manajemen Bank BRI, dia juga menjabat sebagai Rektor Universitas Indonesia (UI). Ari diangkat pemegang saham sebagai Wakil Komisaris sejak 18 Februari 2020.

Padahal, dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2013 Tentang Statuta Universitas Indonesia rektor dilarang memiliki jabatan di BUMN. Hal ini menjadi perkara kritikan sejumlah pihak.

Tak berselang lama Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun resmi mengizinkan Ari Kuncoro, melakukan merangkap jabatan. Keputusan tersebut diambil melalui penerbitan PP 75 Tahun 2021 tentang Statuta UI. Peraturan tersebut yang kemudian menggantikan PP 68 Tahun 2013 tentang Statuta UI. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini