Puluhan Warga Surabaya Protes Gedung SD Daerah Padat Penduduk Jadi Lokasi Isoman

Hartam, iNews · Jum'at 23 Juli 2021 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 519 2444907 puluhan-warga-surabaya-protes-gedung-sd-daerah-padat-penduduk-jadi-lokasi-isoman-vp7mXr4fqF.jpeg SDN 1 Gunungsari Surabaya. (Foto: Hartam)

SURABAYA - Warga Kampung Kencana Sari, Kelurahan Gunung Sari, Dukuh Pakis, Surabaya, Jawa Timur mendatangi sekolah SDN 1 Gunungsari Surabaya dan menyampaikan penolakan atas rencana Pemkot Surabaya menggunakan sekolah tersebut sebagai lokasi isolasi pasien Covid-19. Warga khawatir karena lokasi sekolah tersebut berdekatan dengan perkampungan warga.

Penolakan disampaikan puluhan warga RT Kencana Sari, Kecamatan Dukuh Pakis, Jumat (23/7/2021) pagi. Mereka marah dan protes kepada Pemkot Surabaya karena memanfaatkan ruang kelas sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.

Baca juga: Penutupan 27 Exit Tol di Jateng Diperpanjang hingga 25 Juli 2021

Warga beralasan, sekolah yang akan dijadikan ruang isolasi ini berada di kawasan padat penduduk dan berdampingan dengan perumahan warga, sehingga rentan menularkan Covid-19. Apalagi setiap hari anak-anak kampung selalu bermain di area sekolahan tersebut.

Warga semakin kecew karena mereka tak diajak berdiskusi dan tidak ada sosialisasi sama sekali dari pihak kelurahan maupun kecamatan setempat, terkait rencana ini. Warga menganggap rencana ini tidak sesuai dengan syarat penanganan Covid-19, di mana tempat isolasi harus jauh dari kawasan pemukiman penduduk.

Baca juga: Kibarkan Bendera Putih, Warga Surabaya Menyerah Hadapi PPKM Darurat

“Warga sangat khawatir karena banyak anak-anak berada di sekitar sekolah. Intinya warga menolak,” ujar Koordinator Karang Taruna Kencanasari Timur, Robert.

Menanggapi protes warga ini, Pemkot Surabaya melalui Camat Dukuh Pakis, Iin Tresnoningsih membenarkan rencana penggunaan gedung sekolah sebagai salah satu ruang isolasi pasien Covid-19. Rencana ini sesuai instruksi Wali Kota Surabaya, yakni satu kelurahan harus ada satu ruang isolasi. 

Namun karena mendapat penolakan, pihak kecamatan pun mengalihkan ruang isolasi pasien Covid-19 ke lapangan olahraga belakang kantor Kelurahan Gunungsari Surabaya.

“Hal ini terkait dengan rencana Pemerintah Kota Surabaya menjadi sekolah sebagai tempat ruang isolasi terpusat di Kota Surabaya, targetnya adalah satu sekolah di satu kelurahan. Jadi kami sudah menyiapkan empat sekolah salah satunya  SDN Gunungsari 1. Namun memang karena lokasi cukup berdekatan dengan pemukiman maka tadi warga keberatan dan keberatan warga ini sudah kami sampaikan kepada Walikota Surabaya dan tadi sudah diakomodir dan dialihkan,” ujar Iin. 

Pemerintah Kecamatan Dukuh Pakis berharap, warga bisa memanfaatkan gedung olahraga ini sebagai ruang isolasi mandiri sebaik-baiknya. Jika ada warga yang terpapar Covid-19, ssegera dilaporkan agar bisa mendapat perawatan medis di ruang isolasi tingkat kelurahan sebelum dirujuk ke RS Covid-19. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini