AstraZeneca Cari Vaksin untuk Asia Tenggara

Agregasi VOA, · Minggu 25 Juli 2021 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 25 18 2445631 astrazeneca-cari-vaksin-untuk-asia-tenggara-DsLLH0nePc.jpg Foto: Reuters.

PRODUSEN obat AstraZeneca pada Sabtu (24/7/2021) mengatakan sedang menggali rantai pasokannya untuk menemukan lebih banyak dosis vaksin Covid-19 untuk Asia Tenggara, yang sedang menghadapi wabah yang paling serius.

Perusahaan Inggris-Swedia itu memproduksi vaksin di Thailand untuk digunakan di dalam negeri dan di negara-negara tetangga. Pernyataan AstraZeneca itu disampaikan di tengah kelangkaan pasokan vaksin, yang memicu kritikan tajam dari pemerintahan Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-O-Cha.

BACA JUGA: Indonesia Pulangkan Diplomat dari Korut, Kemlu RI: Hubungan Bilateral Tak Akan Terganggu 

Di bawah perjanjian antara AstraZeneca dan pemerintah Thailand, sebanyak 180 juta dosis vaksin akan diproduksi. Sepertiga di antaranya untuk pasar Thailand dan sisanya akan diekspor.

Menurut James Teague, perwakilan AstraZeneca di negara itu, pada akhir Juli, AstraZeneca ditargetkan menyediakan 11,3 juta dosis untuk Thailand.

Ekspor masih belum juga dimulai, padahal kawasan itu menghadapi gelombang Covid-19 yang ganas.

BACA JUGA: Keluarga Siapkan Rumah untuk Alviano, Bocah yang Ortunya Meninggal karena Covid-19

"Kami berusaha menyalurkan vaksin secepat mungkin, namun, karena imbas varian Delta, kami melakukan segala upaya untuk mempercepat pasokan," kata Teague dalam "surat terbuka kepada rakyat Thailand".

"Kami juga menggali 20+ rantai pasokan dalam jaringan manufaktur kami di seluruh dunia untuk mencari vaksin tambahan bagi Asia Tenggara, termasuk Thailand."

Namun, "kelangkaan pasokan global" vaksin Covid-19 dan kelangkaan bahan yang dibutuhkan untuk memproduksinya, membuat (kami) kesulitan memberikan jadwal yang spesifik, tambahnya.

Kontrak AstraZeneca diberikan tahun lalu kepada Siam Bioscience, perusahaan yang dimiliki Raja Maha Vajiralongkorn yang tak punya catatan memproduksi vaksin.

Perusahaan itu dijadwalkan memproduksi vaksin untuk sembilan negara termasuk Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Thailand.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini