Panglima TNI dan Kabaharkam Polri Tinjau Tempat Isolasi Terpusat di Semarang

Ari Sandita Murti, Sindonews · Senin 26 Juli 2021 09:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 512 2445953 panglima-tni-dan-kabaharkam-polri-tinjau-tempat-isolasi-terpusat-di-semarang-WlUIDp6WEh.jpeg Panglima TNI dan Kabaharkam Polri meninjau lokasi isoman terpusat di Semarang. (Foto: Istimewa)

SEMARANG - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Arief Sulistyanto dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, meninjau tempat isolasi yang terpusat Rumah Dinas Walikota Semarang, Minggu 25 Juli 21.

Kedatangan mereka langsung disambut Wagub Jateng, Wali Kota Semarang, Kadinkes Kota Semarang, Kapolrestabes Semarang serta Dandim 0733 BS.

Panglima TNI bersama rombongan langsung menyapa pasien Covid-19 yang sedang melaksanakan olahraga. Dia menuturkan, bahwa kasus positif Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Oleh sebab itu dibutuhkan kerja sama untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Baca juga: Ada Virus Berpotensi Lebih Ganas dari Varian Delta Covid-19, Ini Kata Luhut

“Kita harus saling bahu membahu, untuk menyelesaikan permasalah Covid-19 yang terjadi saat ini di negara kita,” kata Panglima TNI, Minggu (25/7/2021). 

Dikatakan Panglima, berkaca dari Lebaran 2021, kasus Covid-19 melonjak dua minggu setelahnya. Dirinya berharap perayaan Idul Adha tahun ini tidak mengakibatkan lonjakan kasus.

“TNI-Polri mempunyai tugas tracing kontak erat, vaksinasi dan pembagian obat. Serta menyiapkan tempat isolasi baik mandiri yang diawasi Babinsa dan Bhabinkantimas maupun isolasi terpusat,” jelasnya.

Baca juga: PPKM Level 4 Diperpanjang, KRL Hanya Layani Pengguna Sektor Esensial dan Kritikal

Tak hanya itu, lanjut Panglima, TNI-Polri juga diberi tugas untuk memberikan pendampingan tracing kontak erat. Dirinya mengakui bahwa hasil evaluasi tracing kontak erat pasien positif Covid-19 dinilai masih kurang.

“Oleh sebab itu, dalam pelaksanaan tracing kontak erat nantinya, dibantu TNI Polri sampai ke wilayah perkampungan maupun desa,” ujar dia.

Panglima TNI juga berharap, tracing kontak erat bisa mendeteksi 15 orang yang kontak erat dengan pasien terpapar covid 19. 

Hal ini bertujuan agar segera dilakukan isolasi terpusat jika mendapati hasil positif dari tracing tersebut. “Nanti akan melaksanakan karantina selama lima hari. Setelah itu akan dilakukan PCR. Jika dinyatakan negatif lepas dari karantina, kalau positif harus melaksanakan isolasi terpusat,” ucapnya. 

Ia juga menegaskan, tempat isolasi terpusat harus disiapkan. Hal ini untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan kasus.

Sementara itu, Kabaharkam Polri Komjen Arief Sulistyanto, menambahkan, tracing kontak erat akan dilaksanakan secara masif. Apabila hasil tracing ditemukan masyarakat yang positif, agar mau melakukan perawatan di isolasi terpusat.

“Masih banyak masyarakat yang enggan  melakukan itu. Jadi betul-betul dilakukan isolir agar tidak melebar kemana-mana, sehingga kita bisa memutus mata rantai penyebarannya,” ucapnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini