Jual Hasil PCR Palsu, ASN Pemprov Sulut Ditangkap

Subhan Sabu, Okezone · Jum'at 30 Juli 2021 04:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 340 2448176 jual-hasil-pcr-palsu-asn-pemprov-sulut-ditangkap-OsGAXvgWTX.jpg ASN Pemprov Sulut ditangkap karena jual hasil tes PCR palsu. (Foto : Subhan Sabu)

BITUNG - Seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial HES alias Hence (41) ditangkap tim Satreskrim Polres Bitung atas pemalsuan hasil swab PCR. Tersangka merupakan ASN di Biro Protokoler Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan bertugas di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.

Kapolres Bitung, AKBP Indrapramana mengatakan, kejadian bermula pada Sabtu (24/7/2021) sekira pukul 21.30 Wita di Pelabuhan Bitung. Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) melaporkan adanya penggunaan hasil swab PCR palsu.

"Pada Minggu (25/7/2021) tim Polres Bitung yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Frelly Sumampow melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian," kata Kapolres Bitung AKBP Indrapramana didampingi Kasat Reskrim Frelly Sumampow dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung dr Piter Lumingkewas, saat konferensi pers, Kamis (29/7/2021).

Dari informasi didapat, pengguna swab PCR palsu tersebut berdomisili di Amurang (Minahasa Selatan). Kasat Reskrim bersama anggota langsung bergerak menuju Amurang dan mengamankan oknum pengguna swab PCR palsu tersebut. Sementara satu orang perantara juga diamankan tim tanpa perlawanan di Kelurahan Mapanget, Kota Manado.

Baca Juga : Jual Tiket Pesawat Plus Hasil PCR Palsu, Wanita Ini Ditangkap

"Selanjutnya tim mengamankan tersangka HES alias Hence di Desa Laikit Kecamatan Dimembe kabupaten Minahasa Utara (Minut)," ujar Kapolres Bitung AKBP Indrapramana.

Informasi dari tersangka HES untuk pembuatan hasil swab PCR palsu dilakukan dari laptop miliknya kemudian diprint. Modus dari tersangka HES untuk membuat hasil swab PCR palsu adalah menunggu para pelanggan memerlukan jasanya untuk membuat dokumen tersebut.

Pada laptop tersangka sudah ada format PDF hasil PCR, selanjutnya diubah ke format Microsoft Word dan tinggal diedit sesuai dengan identitas orang-orang yang memerlukannya.

Tersangka memasang tarif untuk pembuatan hasil swab PCR palsu ini Rp800 ribu hingga 1,5 juta per satu dokumen.

"Tersangka diancam dengan pasal 263 ayat (1) KUHPidana sub pasal 268 ayat (1) KHUPidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun," tutur AKBP Indrapramana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini