Serangan Drone Bunuh Diri Tewaskan 2 Awak Kapal Tanker Minyak Israel

Agregasi VOA, · Minggu 01 Agustus 2021 05:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 01 18 2449074 serangan-drone-bunuh-diri-tewaskan-2-awak-kapal-tanker-minyak-israel-CvfcnG54wj.jpeg Kapal tanker Israel diserang. (Foto: Reuters)

SERANGAN terhadap sebuah kapal tanker minyak terjadi pada Kamis (29/7) malam, di lepas pantai Oman. Serangan itu menewaskan dua awak, demikian menurut perusahaan manajemen kapal, Zodiac Maritime.

“Dengan kesedihan yang mendalam, kami mendengar insiden di atas M/T Mercer Street pada 29 Juli 2021, yang telah mengakibatkan kematian dua awak kapal, seorang warga negara Rumania dan seorang warga negara Inggris. Kami belum mengetahui ada korban personil lain," kata Zodiac dalam pernyataan yang diposting di akun Twitter-nya. 

Perusahaan itu tidak merinci lebih jauh mengenai para korban atau serangan itu sendiri, hanya menambahkan bahwa insiden itu masih diselidiki. 

Meskipun belum ada yang mengaku bertanggung jawab, para pejabat yang berbicara dengan The Associated Press dan The New York Times mengatakan yakin serangan itu dilakukan menggunakan beberapa pesawat tak berawak. Dikenal sebagai drone bunuh diri, pesawat yang membawa bahan peledak ini bisa diterbangkan ke sasaran dan meledak saat terjadi benturan.

Baca juga: Kapal Korut "Terciduk" Sedang Melakukan Perdagangan Minyak Ilegal

Seorang pejabat keamanan Israel kepada The Associated Press mengatakan Iran berada di balik serangan kapal Mercer Street, meskipun pejabat itu tidak memberikan bukti untuk klaim tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir, AS dan Israel menuduh Iran melakukan serangan terhadap beberapa kapal terkait Israel. Iran juga menuduh Israel menyerang fasilitas nuklir dan pos militer Iran di Suriah. 

Ketegangan antara Israel dan Iran meningkat baru-baru ini sementara AS telah berusaha untuk memulihkan kesepakatan nuklir Iran 2015, sebuah langkah yang ditentang Israel. Kesepakatan awal itu memaksa Iran untuk secara signifikan mengurangi program nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi ekonomi yang dikenakan oleh AS dan kekuatan dunia lainnya.

Namun, mantan Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan itu pada 2018, dengan alasan yang dikatakannya tidak efektif, menyebabkan Iran meningkatkan program nuklirnya pada tahun berikutnya. Kapal tanker itu sedang melakukan perjalanan melalui bagian utara Samudra Hindia tanpa muatan ketika serangan itu terjadi di lepas pantai Oman, kata Zodiac.

Pernyataan terbaru perusahaan mengatakan bahwa kapal itu sekarang berlayar ke “lokasi aman dengan pengawalan angkatan laut AS.” Zodiac Maritime dipimpin oleh miliarder Israel Eyal Ofer, yang kekayaan bersihnya diperkirakan oleh Forbes, $11,4 miliar. Perusahaan pelayarannya memiliki dan mengoperasikan lebih dari 160 kapal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini