Kasus Sumbangan Rp2 Triliun, Anak Akidi Tio Diduga Bukan Pertama Kali Bikin Hoax

MNC Portal, · Senin 02 Agustus 2021 17:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 610 2449742 kasus-sumbangan-rp2-triliun-anak-akidi-tio-diduga-bukan-pertama-kali-bikin-hoax-Q2aHLKuqEj.jpg Heriyanti (Foto: iNews)

PALEMBANG - Mengenai kebenaran adanya uang yang akan disumbangkan oleh almarhum Akidi Tio melalui anaknya Heriyanti, hingga kini Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriyadi belum bisa memastikan karena proses pemeriksaan masih berlanjut.

"Ahong alias Heriyanti anak bungsu Akidi Tio saat ini masih diperiksa atas kasus pembohongan publik terkait sumbangan Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumsel," ujar Supriadi, Senin (2/8/2021).

Baca Juga:  Anak Akidi Tio Jadi Tersangka Hoaks Sumbangan Rp2 Triliun, Dijerat Pasat Penghinaan Kebangsaan

Supriadi juga mengungkap fakta baru, bahwa kasus pembohongan publik yang dilakukan Heriyanti adalah kasus yang kedua dengan modus yang sama.

"Ini diketahui usai kita melakukan penyelidikan terkait jejak rekam dan sepak terjang Heriyanti alias Ahong. Saat ini, Heriyanti pun telah ditetapkan sebagai tersangka dan sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut," ucap Supriadi.

Sementara itu, Direktur Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro mengatakan, setelah adanya penyerahan simbolis bantuan Rp2 triliun pekan lalu, Polda Sumsel langsung membentuk beberapa tim untuk menelusuri kepastian dana sumbangan tersebut. Setelah data dan barang bukti lengkap, aparat kepolisian langsung bergerak mengamankan tersangka.

"Sejak tanggal 26 Juli tim sudah bergerak menggali data dan bukti. Saat ini, saudari Heriyanti telah ditetapkan tersangka dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.

Baca Juga:  Soal Sumbangan Rp2 Triliun Keluarga Akidi Tio, Mahfud : Semoga Nyata

Dijelaskannya, untuk saat ini baru Heriyanti yang ditetapkan tersangka. Polda Sumsel pun terus melakukan penelusuran untuk mencari tersangka lainnya.

"Heriyanti alias Ahong telah melakukan satu kasus yang sama sebelum melakukan kebohongan publik terkait sumbangan Rp2 triliun," ungkapnya.

Ratno menyebut, yang bersangkutan berhasil diamankan di salah satu bank swasta di Kota Palembang. Pihaknya sengaja mengintai sampai ke bank tersebut agar mengungkap fakta kejahatan yang dilakukan oleh tersangka.

"Ini kasus kedua yang dilakukan oleh tersangka. Untuk kasus yang pertama nanti akan dijelaskan Kapolda Sumsel," tegas Kuncoro.

Ia menambahkan, untuk saat ini pihaknya masih mengusut apa motif dan tujuan tersangka yang menyebarkan informasi palsu sumbangan Rp2 triliun tersebut. "Tersangka Heriyanti akan dikenakan dengan pasal UU No 1 Tahun 1996 pasal 15 dan 16 tentang membuat kegaduhan di hadapan publik," kata Ratno.

Ratno juga menegaskan, pihaknya bakal mengusut tuntas permasalahan tersebut agar tidak mengganggu penanganan Covid-19 di Sumsel. "Motifnya masih kita dalami, untuk saat ini tersangka satu orang. Kita juga sedang periksa saksi inisial H lainnya untuk menggali fakta lainnya," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini