Pakai APD Bekas, Petugas Jenazah Covid-19 Ini 3 Hari Tak Pulang ke Rumah

Haryanto, iNews · Selasa 03 Agustus 2021 02:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 340 2449898 pakai-apd-bekas-petugas-pemulasaraan-jenazah-covid-19-ini-3-hari-tak-pulang-ke-rumah-JtMuiR6glI.jpg Foto: Istimewa

PANGKALPINANG - Seorang petugas pemulasaraan jenazah Covid-19 di Bangka Belitung, sampai tiga hari tak pulang ke rumah. Ia terpaksa melakukan itu, karena takut keluarganya tertular virus corona, karena alat pelindung diri (APD) berupa hazmat yang digunakan saat bertugas berulang kali dipakai.

"Karena minimnya APD saya menjaga juga, dari pada menularkan nantinya lebih baik isolasi dulu sampai benar-benar merasa yakin," kata Prathama, salah satu petugas TRC BPBD Babel yang bertugas memakamkan jenazah pasien Covid-19, Senin (2/8/2021).

Ia menuturkan, dirinya rela menginap di Posko Satgas Covid-19 dan dirinya juga rutin melakukan tes swab antigen guna deteksi dini virus corona.

Baca juga: Polisi Tetapkan 3 Tersangka Perusakan Ambulans Jenazah Covid-19 di Jember

"Pokoknya di sini dulu sampai benar-benar merasa yakin dan hasilnya menunjukkan tidak terpapar Covid-19. Kalau dihitung ini sudah tiga hari tak pulang ke rumah," ujarnya.

Diketahui, tim pemakaman jenazah pasien Covid-19 yang bertugas di Satgas Covid-19 Babel, kehabisan stok APD berupa hazmat akibat meningkatnya angka kasus kematian di daerah tersebut. Mereka terpaksa menggunakan APD tersebut berulang kali setelah dicuci.

Baca juga: Cerita Yani Relawan Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Pulang Subuh Saat Tangani Lonjakan Kematian

"Memang benar sudah satu minggu ini habis hazmat kami itu yang tersisa hazmat seperti jas hujan yang bisa dicuci habis dipakai. Itu sebenarnya tidak sesuai aturan, tapi karena korban terus berjatuhan sedangkan tidak ada stok lagi, kami pakai sistem habis pakai cuci," kata Mikron.

Data Satgas Covid-19 Bangka Belitung, hingga 1 Agustus kemarin sebanyak 688 orang pasien Covid-19 meninggal dunia di Babel.

Kasus kematian tertinggi dalam sehari terjadi pada Minggu (1/8/2021) dimana terdata 25 orang meninggal. Sedangkan kasus kematian tertinggi dalam satu bulan terjadi di Juli 2021 dengan jumlah kasus 336.

Baca juga: Ketika Petugas Pemakaman Jenazah Covid-19 Gunakan APD Bekas

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini