Edit Wajah Puan Maharani Ditambah Kumis dan Jenggot, Pelaku Minta Maaf

Agregasi KR Jogja, · Selasa 03 Agustus 2021 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 510 2450265 edit-wajah-puan-maharani-ditambah-kumis-dan-jenggot-pelaku-minta-maaf-VvbDFRX836.jpg Bambang Irawan menemui pembuat video Tiktok di rumahnya (Foto: Kr Jogja)

PURBALINGGA – Sebuah video Tiktok sempat viral dan memantik kemarahan kader dan pengurus PDIP Purbalingga. Dalam video itu wajah Ketua DPR RI Puan Maharani dalam sebuah baliho yang terpampang di ruas jalan Purbalingga diedit. 

Wajahnya ditambah kumis dan jenggot dengan menggunakan fitur filter yang ada dalam aplikasi. Selain Puan, gambar Ketua DPC PDIP Purbalingga Bambang Irawan diedit dengan ditambahi kumis dan brewok tebal.

“Dalam video itu wajah Puan Maharani dipasang kumis dan brewok, ditambah backsound bernada sindiran. Itu jelas pelecehan,” tutur Ketua DPC PDIP Purbalingga Bambang Irawan, Senin sore (2/8/2021).

Baca Juga: Mobilnya Terparkir di Pinggir Gang Bikin Macet dan Tersenggol, Bapak Ini Ngebet Minta Ganti Rugi

Setelah ditelusuri, pemilik akun Tiktok @renriinnn yang menggunggah video tersebut bernama Novaldo Rendyansah (22) warga Jalan Komisaris Notosumarsono Purbalingga. Bambang bergegas menemui Novaldo di rumahnya, Senin siang.

“Saya datangi rumahnya. Saya temui secara baik-baik. Saya menanyakan apa latar belakang pembuatan video tersebut. Bagaimana pun ini tidak dibenarkan karena merupakan sebuah penghinaan,” ujarnya.

Bambang Irawan menambahkan, Novaldo yang didampingi ibunya menyebut ide membuat video Tiktok tersebut hanya merupakan perbuatan iseng. Novaldo juga sudah mintaan maaf.

“Dan saya tegaskan kepada yang bersangkutan perbuatannya sangat tidak baik dan bisa berdampak secara hukum,” ujar Bambang Irawan.

Baca Juga: Pemuda Bantu Lansia Kasih Paket Sembako, Warganet Salfok ke Pemberi

Karena Rendi dan orangtuanya sudah mengaku bersalah dan berjanji tidak akan mengulanginya, Bambang Irawan menyampaikan pihaknya juga bisa memahami dan memberikan maaf.

“Kami juga memberikan edukasi kepada yang bersangkutan terkait penggunaan media sosial. Jangan sampai perbuatan tersebut diulangi lagi. Dia juga telah membuat video permintaan maaf yang juga disampaikan melalui media sosial,” lanjutnya.

Bambang Irawan menambahkan, sebagai petugas dan kader partai pihaknya tegak lurus dengan perintah dan kehormatan partai. Namun, di sisi lain sebagai bagian dari masyarakat Purbalingga, sehingga dia juga memberikan maaf kepada yang bersangkutan.

Peristiwa ini pun telah dilaporkan kepada Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto, dan diminta untuk melakukan penyelesaian secara bijak dan menenangkan kader PDIP.

“Bagaimana pun mereka anak dan warga kami. Jika memang ada kesalahan harus dibina agar tidak mengulanginya. Pesan saya berhati-hatilah bermedia sosial, jangan sampai dijadikan ajang penghinaan kepada orang lain. Ini pelajaran bagi kita semua,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini