Pemprov Jabar Pastikan Kelangkaan Oksigen untuk Pasien Covid-19 Mulai Terkendali

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Kamis 05 Agustus 2021 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 525 2451277 pemprov-jabar-pastikan-kelangkaan-oksigen-untuk-pasien-covid-19-mulai-terkendali-epkXodp1gr.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

BANDUNG - Pemprov Jawa Barat melalui Posko Oksigen Jabar memastikan bahwa kelangkaan oksigen, khususnya bagi pasien Covid-19 di rumah sakit-rumah sakit rujukan Covid-19 di Provinsi Jabar sudah mulai terkendali.

Ketua Harian Posko Oksigen Jabar Hanif Mantiq menjelaskan, keluarnya Jabar dari kondisi kelangkaan oksigen berkat adanya bantuan dari berbagai pihak, seperti PT OKI Pulp & Paper Mills (Sinar Mas Group) yang memberikan 85,8 ton oksigen cair dalam empat iso tank yang pengirimannya dilepas langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, beberapa waktu lalu.

"Kondisinya sudah lumayan sekarang dibanding sebelum-sebelumnya. Sejak kedatangan iso tank dari Sumatera Selatan berpengaruh karena dia mengisi ke rumah sakit ke tanki cairnya dan satunya lagi ke filling station," tutur Hanif dalam keterangannya, Kamis (5/8/2021).

Lebih lanjut Hanif mengatakan, selama ini, pihaknya menerapkan sistem jemput bola dalam upaya memenuhi kebutuhan oksigen di setiap rumah sakit untuk pasien Covid-19, sehingga kelangkaan oksigen dapat cepat teratasi.

Hanif pun mengaku bersyukur dan berterima kasih atas bantuan oksigen yang terus berdatangan, seperti bantuan oksigen dari Bank Indonesia Perwakilan Jabar yang diterima pihaknya, Rabu (4/8/2021) kemarin.

Dengan adanya bantuan oksigen dari BI Jabar sebanyak 200 tabung oksigen tersebut, kata Hanif, total ketersediaan tabung oksigen di Posko Oksigen Jabar kini mencapai 1.060 tabung. Hingga saat ini, pihaknya telah mendistribusikan ribuan tabung oksigen ke rumah sakit melalui posko yang tersebar di kabupaten/kota di Jabar.

"Bisa seribu tabung sehari keluar. Kita itu total donasi yang sudah kita terima hampir 3.000 tabung oksigen. Kalau sekarang di posko ada 800 tabung, yang lagi dipinjemin itu 2.200 tabung," terangnya.

Disinggung mekanisme distribusinya, Hanif menjelaskan bahwa dari total bantuan oksigen yang diterima, pihaknya kemudian membagi rata bantuan oksigen tersebut kepada 27 kabupaten/kota di Jabar.

Selanjutnya, posko yang berada di kabupaten/kota mendistribusikan oksigen tersebut ke rumah sakit daerah. Namun, yang menjadi prioritas adalah rumah sakit yang kebutuhan oksigennya diperkirakan bakal habis dalam waktu 6 jam.

"Misalnya ada 270 tabung masing-masing daerah diberikan 10 tabung. Lalu, kemudian di kabupaten/kota akan membagi alokasi ke rumah sakit yang dianggap kritis. Diprioritaskan yang habis dalam waktu 6 jam," jelasnya.

Saat ditanya mengenai permintaan tabung oksigen untuk perorangan, Hanif menyebutkab bahwa saat ini, Posko Oksigen Jabar hanya mendistribusikan oksigen untuk membantu kebutuhan oksigen di rumah sakit.

Namun begitu, tambah Hanif, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil akan segera mengeluarkan semacam aturan atau program bahwa perorangan bisa meminta bantuan oksigen di Posko Oksigen Jabar dengan syarat untuk kebutuhan pasien isolasi mandiri (isoman).

"Yang perorangan ini akan segera diluncurkan oleh Gubernur. Kalau yang perseorangan intinya nempel di isoman yang datanya ada (aplikasi) Pikobar. Masyarakat bisa minta langsung, syaratnya yang isoman," tandas Hanif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini