Muntahkan Awan Panas Sejauh 2 Km, Hujan Abu Tipis Guyur Lereng Merapi

Priyo Setyawan, Koran SI · Jum'at 06 Agustus 2021 20:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 06 510 2452106 muntahkan-awan-panas-sejauh-2-km-hujan-abu-tipis-guyur-lereng-merapi-z9hptfhws9.JPG Gunung Merapi muntahkan awan panas (Foto: BPPTKG)

SLEMAN - Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Sleman DIY, Magelang, Boyolai dan Klaten Jawa Tengah (Jateng) hingga Jumat sore (6/8/2021) masih terus berlangsung. Yakni berupa awan panas dan lava pijar. Bahkan paska awan panas terjadi hujan abu tipis di lereng Merapi wilayah Sleman dan Klaten.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat semburan awan panas atau yang biasa disebut wedus gembel sebanyak tiga kali. Awan panas pertama pukul 11.22 WIB di sesmograf dengan amplitudo 45 mm, durasi 118. Awan panas kedua pukul 11.24 WIB di sesmograf dengan amplitudo 50 mm, durasi 177 detik. Awan panas ketiga pukul 11.37 WIB di seismogram dengan amplitudo 40 mm dan durasi 88 detik.

“Jarak luncur awan panas pertama dan kedua antara 1500-2000 m ke arah barat daya. Arah angin ke timur. Awan panas ketiga jarak luncur 1000 m ke arah barat daya,” kata petugas penyusun laporan aktivitas Gunung Merapi BPPTKG, Triyono, Jumat malam (6/8/2021).

Adanya awan panas ini dilaporkan terjadi hujan abu tipis di lerang Merapi wilauah Sleman dan Klaten. Di antaranya di Turi, Tempel, Kaliurang dan Ngrangkah, Pakem, Sleman serta Jalan sekitar Balerante, Klaten.

Pada periode pukul 00.00 WIB-18.00 WIB teramati 27 luncuran lava pajar dengan jarak luncur 1200 m-2000 m ke arah barat daya da pukul 06.00 WIB-12.00 WIB dua kali terdengar suara guguran dari pos Babadan

BPPTKG juga mencatat terjadi gempa guguran 191 kali, gempa hembusan 24 kali, gempa fase banyak atau hybrid 232 kali dan gempa vulkanik dangkal 63 kali.

“Aktivitas vulkanik Gunung Merpai masih cukup tonggi, berupa aktivtas erupsi erfusif. Status aktivitas ditetapkan dalam level III atau tingat siaga,” terangnya

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro. Lalu sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

“Sedangkan untuk kemungkinan jika terjadi lontaran material vulkanik saat terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,” paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini