Panglima TNI: Ingat Covid-19 Tak Pernah Libur

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 07 Agustus 2021 16:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 07 609 2452408 panglima-tni-ingat-covid-19-tak-pernah-libur-bGVNXogbVS.jpg Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau penanganan Covid-19 di Sulsel (Foto: Puspen TNI)

JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat terkait penanganan Covid-19 di Mapolda Sulawesi Selatan, Sabtu (07/08/21).

Kegiatan ini untuk melaksanakan pengecekan kemampuan para Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga, dan Bhabinkamtibmas dalam menggunakan Aplikasi Silacak dan Inarisk.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan bahwa langkah pengendalian Covid-19 di Sulawesi Selatan saat ini di antaranya dengan menambah tempat tidur untuk ruang ICU dan ruang isolasi.

Kemudian, mengadakan 35 HFNC (High Flow Nasal Cannula) untuk meningkatkan kapasitas ICU dalam rangka menekan angka BOR.

Baca juga: Panglima TNI Cek Pasien Isoter di Kaltara

Panglima menambahkan bahwa penanganan Covid-19 di Sulsel harus tetap dengan dukungan sinergi dari TNI-Polri, Pemda, serta segenap komponen masyarakat.

"Baru saja saya, Bapak Kapolri dan Bapak Gubernur (Gubernur Sulsel) melaksanakan rapat secara virtual dengan Bapak Presiden terkait penanganan Covid-19. Adapun hasilnya agar kita bersama menurunkan mobilitas masyarakat, melaksanakan tracing secara masif dan melaksanakan isoter terhadap pasien yang bergejala dan tidak bergejala," ujarnya.

Baca juga: Panglima TNI Cek Kemampuan Petugas Tracer Aplikasi Silacak di Balikpapan

Masih tingginya kasus positif Covid-19 di Sulawesi Selatan, Panglima TNI menekankan pelaksanaan tracing yang dilakukan oleh 4 Pilar harus selalu dimasifkan untuk menurunkan kasus positif Covid-19 di Sulsel.

"Ingat bapak-bapak dan bbu-ibu sekalian virus (Covid-19) itu tidak pernah libur, oleh sebab itu seluruh jajaran TNI-Polri saya minta harus kerja keras untuk membantu pemerintah melindungi masyarakat memutus mata rantai penyebaran Covid-19," tegasnya.

Panglima TNI juga menekankan bahwa petugas di lapangan harus dapat memberikan pengertian yang baik kepada masyarakat, secara humanis dan harus mampu menjelaskan ke masyarakat.

"Gelorakan disiplin protokol kesehatan, jadikan disiplin 3M (Menggunakan Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) sebagai kebiasaan baru. Isoman juga harus dijadikan kebiasaan baru, jika badan merasa tidak enak namun tetap harus melapor ke petugas kesehatan setempat," imbuhnya.

Optimalkan 3T (Testing, Tracing dan Treatment) dan infokan kasus sesegera mungkin guna mencegah memburuknya kondisi untuk Menekan angka kematian di Sulsel. Selanjutnya tracing kontak erat harus dilaksanakan.

Ia menambahkan, persiapan Isoter harus dimaksimalkan, tentunya harus dengan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan bagi pasien yang melaksanakan Isoter tersebut.

Baca juga: Kunjungan ke Kalsel, Panglima TNI Cek Penggunaan Aplikasi Silacak untuk Tracing Kontak Erat

Menurut Panglima, tracing kontak erat harus diawali dengan entry test dan diakhiri dengan exit test tentunya harus dengan hasil negatif.

"Gelorakan disiplin prokes, jadikan disiplin 3M (Menggunakan Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) sebagai kebiasaan baru. Isoman juga harus dijadikan kebiasaan baru, jika badan merasa tidak enak namun tetap harus melapor ke petugas kesehatan setempat," tegas Panglima.

Baca juga: Pesan Panglima TNI ke Nakes: Ingat Keluarga Kalian Menunggu di Rumah

Tentunya semua hal tersebut juga memerlukan kesadaran masyarakat termasuk diantaranya laporan, dukungan tracing, disiplin pelaksanaan isoman, dukungan obat dan logistik bagi masyarakat yang melaksanakan isoman. Selain itu, dilengkapi isoter dan RS dengan nakes, obat, alkes, oksigen juga pengerahan bidan, relawan, dan mahasiswa kedokteran.

Kegiatan dilanjutkan Panglima TNI dan Kapolri meninjau aplikatif dari aplikasi Silacak yang diawaki oleh Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga dan Bhabinkamtibmas.

Di samping memimpin rapat dengan Forkopimda, Panglima TNI bersama Kapolri juga mengecek kesiapan Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga dan Bhabinkamtibmas yang bertugas melakukan tracing dan laporan menggunakan Aplikasi Silacak dan Inarisk.

Aplikasi ini memberikan kemudahan bagi para petugas untuk melakukan pelacakan, pelaporan dan pemantauan kasus Covid-19 dengan teknologi digital.

"Ketika kontak terdekat pertama diidentifikasi, hasilnya akan dilaporkan melalui sistem aplikasi SiLacak dan langsung terhubung ke server pusat, Sehingga data tracing dapat langsung dipantau. Tracing tidak hanya menemukan kontak erat tapi juga memantau isolasi mandiri serta kondisi para Pasien," tutur dia.

"Jika ada kasus terkonfirmasi, segera lakukan tracing. Terutama mereka yang kontak erat, lalu laksanakan sesuai prosedur dan di cek kondisinya, apakah pasien bergejala atau tidak, apakah harus isoman atau isoter," tukasnya.

Baca juga: Tinjau Vaksinasi di Jabar, Panglima TNI Haturkan Terima Kasih ke Tenaga Kesehatan

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini