BPBD Luwu Utara dan Warga Gotong Royong Bersihkan Material Pascabanjir

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 07 Agustus 2021 18:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 07 609 2452445 bpbd-luwu-utara-dan-warga-gotong-royong-bersihkan-material-pascabanjir-AnbeU10Ftz.jpg Kondisi terkini pascabanjir di Desa Patoloan, Bone Bone, Luwu Utara (Foto: BNPB)

LUWU UTARA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara bersama masyarakat setempat melakukan gotong royong pembersihan material pascabanjir yang menerjang Desa Patoloan, Kecamatan Bone Bone, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Jumat 6 Agustus 2021.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Luwu Utara Muslim Muckhtar yang menyatakan bahwa bencana banjir telah surut pada hari ini, Sabtu (7/8/2021).

BPBD bersama warga serta perangkat daerah lainnya masih aktif melakukan pembersihan material pascabanjir.

“Saat ini banjir telah surut, namun sejak kemarin hingga hari ini BPBD bersama masyarakat, Forkopincam, Dinas PUPR, Kepala Desa, Babinsa dan Babinkantibmas masih melakukan goyong royong membersihkan material pascabanjir,” ujar Muckhtar.

Adapun banjir dengan tinggi muka air (TMA) 20 sampai 60 sentimeter yang berdampak pada dua dusun antara lain Dusun Legoksari dan Lemahabang dipicu akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak Kamis 5 Agustus 2021.

Baca juga: BPBD Pariaman Distribusikan Bantuan kepada Warga Terdampak Angin Puting Beliung

Alhasil air yang melimpah pada Sungai Lamoa tidak dapat melintasi saluran utama akibat dipenuhi material sampah, potongan kayu dan tumbuhan rambat dan mengakibatkan banjir.

Selain melakukan giat pembersihan, Muckhtar mengungkapkan bahwa pihaknya turut memberikan edukasi kebersihan dan pelestarian lingkungan sebagai salah satu upaya mitigasi dan pencegahan bencana banjir.

Baca juga: Atasi Banjir di Pakualam Serpong Utara, PU Tangerang Selatan Lakukan Rekayasa Saluran Air

“Selain melakukan pembersihan, kami juga turut mengedukasi masyarakat di lapangan terkait pentingnya menjaga kebersihan dan pelestarian lingkungan sebagai upaya mitigasi bencana banjir,” ucap Muckhtar.

“Jika tetap membuang sampah sembarang dan terjadi bencana seperti ini, siapa yang dirugikan? Tentu semua pihak. Untuk itu, sangat penting bagi kita tidak membuang sampah ke sungai,” tegasnya.

Selanjutnya Muckhtar juga menjelaskan upaya penanganan jangka pendek dan jangka panjang pascabanjir yang melanda wilayah tersebut.

“Penanganan jangka pendek saat ini kami bersama Dinas PU Pengairan dan masyarakat masih melakukan gotong royong membersihkan saluran air yang tersumbat dengan sampah maupun material lainnya,” ungkap Muckhtar.

“Untuk penanganan jangka panjang, akan dibuat perbaikan saluran oleh tim irigasi teknis yang diinisiasi langsung oleh DPRD dan Dinas PUPR guna mencegah terjadinya penyumbatan kembali,” tambahnya.

Baca juga: Wagub DKI Minta Warga Jakarta Pantau Banjir Lewat Aplikasi JAKI, Begini Caranya

Adapun Dinas PU mendukung alat pembersih dalam pelaksanaan giat pembersihan material pascabanjir. Bantuan logistik juga telah disalurkan kepada masyarakat terdampak oleh pemerintah daerah dan lembaga swadaya setempat.

Sebagai informasi, banjir merendam 30 unit rumah di Dusun Legoksari dan 45 unit rumah di Dusun Lemahabang serta fasilitas umum antara lain satu unit Sekolah Dasar, satu unit Pesantren dan Jalan Lingkungan kurang lebih 300 meter. Sebanyak kurang lebih 75 KK terdampak akibat peristiwa ini.

Baca juga: BPBD: Tak Ada Laporan Korban Jiwa Pascagempa Tojo Una-Una

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini