Bersihkan Material Banjir, Warga Temukan Buaya

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 07 Agustus 2021 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 07 609 2452452 bersihkan-material-banjir-warga-temukan-buaya-VFx4ILkhHO.jpg Warga temukan buaya pascabanjir di Luwu Utara (Foto: BNPB)

LUWU UTARA - Banjir melanda Desa Patoloan, Kecamatan Bone Bone, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Jumat 6 Agustus 2021.

Banjir tersebut berlangsung setelah intensitas hujan lebat mulai mengguyur lokasi pada Kamis 5 Agustus 2021. Adapun banjir dengan tinggi muka air (TMA) 20 sampai 60 sentimeter yang berdampak pada dua dusun antara lain Dusun Legoksari dan Lemahabang.

Banjir surut pada hari ini, Sabtu (7/8/2021). BPBD Luwu Utara bersama warga langsung bergotong royong membersihkan material banjir.

Di sela-sela gotong royong itu warga menemukan buaya. Kemudian warga bersama-sama menangkap hewan predator air tawar tersebut.

Ukuran buaya tersebut tampak lebih dari dua meter. Warga kemudian menangkap buaya tersebut menggunakan tali tambang.

Baca juga: BPBD Luwu Utara dan Warga Gotong Royong Bersihkan Material Pascabanjir

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Luwu Utara Muslim Muckhtar mengungkapkan bahwa pihaknya turut memberikan edukasi kebersihan dan pelestarian lingkungan sebagai salah satu upaya mitigasi dan pencegahan bencana banjir.

“Selain melakukan pembersihan, kami juga turut mengedukasi masyarakat di lapangan terkait pentingnya menjaga kebersihan dan pelestarian lingkungan sebagai upaya mitigasi bencana banjir,” ucap Muckhtar.

Baca juga: Atasi Banjir di Pakualam Serpong Utara, PU Tangerang Selatan Lakukan Rekayasa Saluran Air

“Jika tetap membuang sampah sembarang dan terjadi bencana seperti ini, siapa yang dirugikan? Tentu semua pihak. Untuk itu, sangat penting bagi kita tidak membuang sampah ke sungai,” tegasnya.

Selanjutnya Muckhtar juga menjelaskan upaya penanganan jangka pendek dan jangka panjang pascabanjir yang melanda wilayah tersebut.

“Penanganan jangka pendek saat ini kami bersama Dinas PU Pengairan dan masyarakat masih melakukan gotong royong membersihkan saluran air yang tersumbat dengan sampah maupun material lainnya,” ungkap Muckhtar.

“Untuk penanganan jangka panjang, akan dibuat perbaikan saluran oleh tim irigasi teknis yang diinisiasi langsung oleh DPRD dan Dinas PUPR guna mencegah terjadinya penyumbatan kembali,” tambahnya.

Baca juga: Wagub DKI Minta Warga Jakarta Pantau Banjir Lewat Aplikasi JAKI, Begini Caranya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini