Enrekang Zona Merah, Satgas Imbau Masyarakat Tunda Pesta Pernikahan

Tim Okezone, Okezone · Minggu 08 Agustus 2021 06:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 08 609 2452552 enrekang-zona-merah-satgas-imbau-masyarakat-tunda-pesta-pernikahan-ywTo0Tdd3s.jpeg Kapolres Enrekang AKBP Andi Sinjaya menemukan warga yang menggelar pesta pernikahan di tengah PPKM dan kondisi zona merah. (Ist)

ENREKANG - Satgas Penanganan Covid-19 Nasional menetapkan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai zona merah penyebaran virus corona. Masyarakat diminta tidak menggelar kegiatan kerumunan, termasuk pesta perkawinan demi keselamatan dan kesehatan bersama.

Berdasarkan Surat Edaran Bupati Enrekang Nomor: 338/1984/SETDA/2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dengan kriteria level 2 dalam upaya pengendalian penyebaran virus corona dalam wilayah Kabupaten Enrekang.

Dalam Surat Edaran Bupati Enrekang tersebut telah ditetapkan untuk sektor kegiatan masyarakat seperti pesta pernikahan, aqiqah, dan syukuran yang dapat menimbulkan kerumunan pada zona oranye dan merah ditutup untuk sementara waktu sampai dengan ada pemberitahuan resmi dari Satgas Covid-19 Kabupaten Enrekang.

Aturan penundaan kegiatan kerumunan juga tertuang dalam surat keputusan yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Enrekang.

Dalam surat disebutkan, untuk mencegah penyebaran dan memutus mata rantai Covid-19, Kapolres Enrekang AKBP Andi Sinjaya meminta seluruh unsur pemerintahan & elemen masyarakat untuk bekerjasama menyampaikan kepada masyarakat agar menunda kegiatan yang mengakibatkan kerumunan.

Untuk di wilayah Enrekang, Tim Satgas Covid-19 menjumpai masyarakat yang mengadakan pesta pernikahan tanpa memperdulikan protokol kesehatan seperti tetap menyediakan prasmanan, makan di tempat, tidak mengenakan masker dengan benar, serta tidak menjaga jarak. Ini rawan sekali terjadi penularan membuka masker saat makan berbicara satu sama lain dalam jarak dekat apalagi dalam waktu yang cukup lama.

Kapolres Enrekang menyebut tim Satgas akan melakukan pengawasan termasuk memberikan sanksi tegas bagi yang melanggar sesuai dalam Peraturan Bupati nomor 42 tahun 2020.

AKBP Andi Sinjaya meminta seluruh satgas di tiap level mulai desa hingga kabupaten untuk memperkuat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) & mengoptimalkan posko penanganan Covid-19.

Baca Juga : Pastikan Pelaksanaan Prokes, Kapolres Enrekang Pantau Langsung Tempat Wisata

"Kabupaten Enrekang saat ini sudah di zona merah, kasus terkonfirmasi positif dalam dua minggu ini naik signifikan. Ini perlu kewaspadaan kita semua. Karenanya pelaksanaan PPKM harus diperkuat," tutur AKBP Andi Sinjaya selaku Wakil Ketua Satgas.

Hingga saat ini, total kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Enrekang mencapai 603 orang. Sebanyak 466 orang dinyatakan sembuh, 98 orang masih dalam perawatan, dan 39 orang meninggal dunia.

Sementara itu, menurut analisis epidemiologi dinas kesehatan menjelaskan dengan kondisi saat ini, jika satgas tidak mengambil langkah-langkah khusus (Ops Yustisi dan sebagainya) secara ketat maka besar kemungkinan angka Covid-19 akan melambung pesat dalam waktu dekat.

Berdasarkan tren terkonfirmasi Covid-19 di Enrekang Tahun 2021 pada Januari ada 69 kasus, walaupun terjadi penurunan grafik pada April yakni 14 kasus pasca diberlakukannya Maklumat bersama tetapi mengalami lonjakan drastis pada Juli yang mencapai 104 kasus.

Hingga tanggal 7 Agustus sudah terdapat 58 kasus baru sedangkan jika tidak dilakukan langkah-langkah khusus diprediksi bisa mencapai 220 kasus baru bahkan lebih.

"RSUD Masserempulu saat ini hanya tersedia 1 kamar dari 33 kamar yang tersedia (atau terisi sebesar 97%). Kasian Tenaga Kesehatan kita kewalahan menangani pasien bahkan masih mengantri untuk mendapatkan penanganan," tutur Kadis Kesehatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini