Sudan Akan Serahkan Eks Presiden Omar Al-Bashir Ke Pengadilan Internasional

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 12 Agustus 2021 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 12 18 2454555 sudan-akan-serahkan-eks-presiden-omar-al-bashir-ke-pengadilan-internasional-HPOiHn6Zbx.jpg Mantan Presiden Sudan Omar Al-Bashir. (Foto: Reuters)

KHARTOUM - Pihak berwenang di Sudan akan mengekstradisi mantan presiden Omar Al-Bashir, dan dua pejabat lainnya, yang dituduh melakukan kejahatan perang dan genosida, untuk menghadapi Pengadilan Krimina Internasional (International Criminal Court/ICC), menurut sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Sudan yang dikeluarkan pada Rabu (11/8/2021).

Omar al-Bashir, yang memerintah Sudan dari 1989 hingga 2019, diduga secara pribadi memberikan perintah untuk menekan kekerasan dengan kekerasan di Provinsi Darfur dan membunuh populasi damai dari kelompok etnis Fur, Masalit dan Zaghawa, selama perang sipil antara 2003 dan 2008.

BACA JUGA: Dituduh Lakukan Genosida, Sudan Setuju Serahkan Mantan Presiden Omar Al-Bashir ke ICC 

“Kabinet Menteri telah memutuskan untuk menyerahkan pejabat yang dicari ICC,” kata Menteri Luar Negeri Mariam al-Mahdi, dikutip oleh Sky News Arabia.

Pengacara Al-Bashir, Abu Bakr al-Jaali, menyatakan kepada CNN pada Rabu bahwa keputusan ekstradisi mengungkapkan konspirasi yang telah direncanakan. Dia mengatakan bahwa jika langkah ekstradisi diambil, itu akan menjadi bencana bagi Sudan.

BACA JUGA: Alami Gejala Covid-19, Mantan Presiden Sudan, Omar Al-Bashir Dirawat di Rumah Sakit

Omar al-Bashir digulingkan pada April 2019 setelah serangkaian konflik kekerasan, dimulai pada 2003. ICC mengeluarkan dua surat perintah penangkapan untuk presiden Sudan pada 2009 dan 2010 setelah pasukan pemerintah dilaporkan terlibat dalam pembunuhan massal dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pada Desember 2019, Al-Bashir, yang saat itu berusia 75 tahun, dijatuhi hukuman dua tahun penjara dengan tuduhan tambahan korupsi dan kepemilikan mata uang asing secara tidak sah.

Pihak berwenang menyita sekitar €6,9 juta (sekira Rp116 miliar), serta USD351.700 (sekira Rp5 miliar) dan sekitar 5,7 juta pound Sudan (hampir Rp187 juta) dari sang mantan presiden. Kemudian, Komisi Anti-Korupsi Sudan menyita semua aset Omar Al-Bashir, dan orang-orang yang dekat dengannya, jumlah yang dikatakan mendekati USD4 miliar.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini