Kunci Alat Kelamin dengan Gembok Karena Bosan, Pria Ini Dilarikan ke RS

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 13 Agustus 2021 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 18 2455252

BANGKOK – Rasa bosan terkadang membuat orang-orang melakukan hal-hal aneh di luar akal sehat, yang tidak jarang berujung penyesalan, seperti yang dilakukan pria di Thailand ini. 

Pria berusia 38 tahun yang tinggal di Bangkok ini merasa sangat bosan sampai-sampai berusaha memasukkan alat kelaminnya ke dalam gembok. Nahas, ternyata kunci gembok tersebut hilang dia tidak bisa melepaskan alat kelaminnya dari benda itu.

BACA JUGA:  Tidur Lelap, Alat Kelamin Pria Ini Dipotong dan Dibuang ke Toilet oleh Pacar yang Cemburu

Karena malu pria, yang namanya tidak diungkap itu, tidak memberitahukan kejadian ini kepada ibunya, yang tinggal bersamanya. Tetapi, setelah dua minggu menderita sakit yang luar biasa, pria itu akhirnya meminta bantuan sang ibu.

Ibunya melakukan semua yang dia bisa untuk membantu sebelum akhirnya memanggil petugas penyelamat untuk membantu membuka gembok itu dari alat kelamin putranya. Dia pikir penyelamat akan mengakhiri rasa sakitnya, tetapi sayangnya, mereka tidak bisa karena situasinya lebih buruk dari yang mereka perkirakan.

BACA JUGA: Ilmuwan Sebut Polusi Sebabkan Alat Kelamin Pria Semakin Mengecil

Kehabisan pilihan, mereka akhirnya membawa pria itu ke rumah sakit terdekat.

Sumber dari rumah sakit mengungkapkan bahwa mereka harus menggunakan pemotong listrik untuk melepaskan kunci dari alat kelamin pria itu. Selama operasi yang berlangsung sekitar setengah jam, petugas medis harus menyelipkan lembaran logam tipis di antara batang dan kulit untuk mencegah cedera lain yang tidak diinginkan. Air juga dituangkan ke bagian pribadinya sebagai bentuk pelumasan untuk memudahkan proses.

Pria itu dikatakan berteriak sepanjang operasi, yang berhasil. Namun sayang, kejadian tersebut mengakibatkan penisnya rusak, demikian diwartakan World of Buzz.

“Jika gembok itu dibiarkan lebih lama lagi, infeksinya bisa sangat parah sehingga penisnya akan mulai membusuk dan menjadi gangren.”

Krim antibiotik dan penisilin diberikan setelah operasi untuk mengobati infeksinya.

Menurut ibunya, pria berusia 38 tahun itu adalah pribadi yang tertutup dan masih lajang. Dia telah banyak tinggal di rumah selama pandemi ini karena dia khawatir dengan situasi di luar. Ibunya juga berkata,

“Dia mengatakan kepada saya bahwa dia melakukan ini karena dia bosan dan dia suka memasukkan 'barangnya' melalui lubang-lubang kecil. Saya marah padanya karena mempermalukan saya seperti ini dan saya sudah mengatakan kepadanya untuk tidak melakukannya lagi.”

Kejadian ini menjadi pelajaran agar sebosan apa pun, jangan sampai kita melakukan hal yang terlalu berisiko.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini