Jadi Korban KDRT, Istri Dianiaya dan Wajahnya Disayat Pakai Pisau

Faisal Mustafa, Koran SI · Sabtu 14 Agustus 2021 08:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 14 609 2455485 jadi-korban-kdrt-istri-dianiaya-dan-wajahnya-disayat-pakai-pisau-jL71pQ78vU.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

MAKASSAR - Seorang wanita berinisial SW (24) dianiaya suaminya, berinisial AI (31) hingga babak belur. Bahkan, pelaku tega menyayat pipi istrinya itu dengan pisau dapur.

Peristiwa kekerasan dalam rumag tangga (KDRT) ini terjadi di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kasus penganiayaan itu pun viral di media sosial (medsos).

Bahkan, korban menderita luka sayatan senjata tajam di bagian wajah dan harus mendapatkan 29 jahitan.

Kapolsek Panakkukang, AKP Andi Ali Surya menyatakan, tidak lama begitu laporan diterima pihaknya kemudian menyelidiki kejadian tersebut. Polisi bergerak ke tempat kejadian perkara.

Namun, kata Ali, terduga pelaku tidak berada di rumahnya. "Sehingga kita memberitahu keluarganya agar lelaki AI ini menyerahkan diri ke Polsek Panakkukang," ujarnya, melansir Sindonews, Sabtu (14/8/2021).

Dia menerangkan setelah pihaknya memberitahu keluarganya di Jalan Urip Sumoharjo, terduga pelaku AI menyerahkan diri ke Mapolsek Panakkukang.

Kepada petugas, kata Ali, pelaku mengaku menganiaya korban dengan kepalan tangan dan menyayat beberapa bagian wajah menggunakan pisau dapur yang diambil di rumahnya.

"Jadi TKP-nya itu di rumah pelaku. Saat itu korban hendak mengambil barang, namun terjadi selisih paham, sehingga terlibat adu mulut. Lalu pelaku membawa korban ke dapur dan menganiaya korban," paparnya.

Baca Juga : Kejadian Viral Penemuan Potongan Tubuh yang Bikin Geger Warga

Ia menerangkan akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka robek di pipi kiri dan jidat. "Dirawat di Rumah Sakit Ibnu Sina, anggota yang bawa," tuturnya.

Ali menambahkan pelaku dan korban berstatus suami istri melalui pernikahan siri yang dilangsungkan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. "Kalau itu (berapa lama menikah) kami masih dalami," ucapnya.

Ia menyatakan pelaku masih menjalani pemeriksaan lanjutan di kantornya. Pihaknya juga telah menyita barang bukti sebilah pisau dapur yang digunakan untuk menganiaya korban.

"Kalau dari keterangan, pelaku tersinggung karena korban mengeluarkan kata-kata kotor, ketika hendak mengambil barang itu. Tapi kita masih dalami lagi motifnya atau latar belakang terjadinya tindak pidana," tutur Ali.

Penyidik, lanjut Ali bakal menerapkan Pasal 351 Ayat 2 dengan ancaman hukuman di atas lima tahun. Dia melanjutkan pihaknya belum menyangkakan pasal kekerasan dalam rumah tangga, karena status keduanya nikah siri.

"Kalau KDRT itu kan, dikhususkan yang menikah resmi, kecuali nanti dia (korban) bisa buktikan status pernikahannya resmi yah pasti disambungkan pasalnya. Harus tunjukan buku nikah," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini