Share

Wakil Presiden Afghanistan Tidak Melarikan Diri, Jadi Presiden Sementara

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 18 Agustus 2021 08:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 18 18 2457060 wakil-presiden-afghanistan-tidak-melarikan-diri-jadi-presiden-sementara-q21j3NfQxZ.jpg Wakil Presiden Afghanistan Amrullah Saleh (Foto: Reuters)

AFGHANISTAN - Wakil Presiden Pertama Afghanistan Amrullah Saleh mengatakan pada Selasa (17/8) bahwa dia tetap berada di Afghanistan dan menjadi Presiden sementara setelah Presiden Ashraf Ghani melarikan diri dari negara itu ketika Taliban merebut ibu kota Kabul.

Saleh mengatakan pada pertemuan keamanan yang dipimpin oleh Ghani pekan lalu bahwa dia bangga dengan angkatan bersenjata dan pemerintah akan melakukan semua yang bisa dilakukan untuk memperkuat perlawanan terhadap Taliban.

Tetapi negara itu jatuh ke tangan Taliban dalam hitungan hari, bukan bulan yang diperkirakan oleh intelijen Amerika Serikat (AS).

Dalam serangkaian tweet pada Selasa (17/8), Saleh mengatakan bahwa "sia-sia" untuk berdebat dengan Presiden AS Joe Biden, yang telah memutuskan untuk menarik pasukan AS.

Dia meminta Afghanistan untuk menunjukkan bahwa Afghanistan “bukan Vietnam & Taliban bahkan tidak jauh seperti Vietcong.”

(Baca juga: Gubernur Bank Sentral Afghanistan Melarikan Diri dari Kabul)

Sebuah video orang Afghanistan yang putus asa mencoba naik ke pesawat militer AS saat akan lepas landas membangkitkan foto pada tahun 1975 orang-orang yang mencoba naik helikopter di atap di Saigon selama penarikan dari Vietnam.

“Tidak seperti Amerika Serikat dan NATO, kami tidak kehilangan semangat & melihat peluang besar di depan. Peringatan yang tidak berguna sudah selesai BERGABUNG DENGAN RESISTENSI,” terangnya.

(Baca juga: Berapa Biaya yang Sudah Dihabiskan AS dan Sekutu-sekutunya dalam Perang Lawan Taliban?)

Saleh, yang keberadaannya tidak diketahui, mengatakan bahwa dia tidak akan pernah “dalam keadaan apa pun tunduk” kepada “teroris Taliban.”

Dia mengatakan dia "tidak akan pernah mengkhianati" Ahmad Shah Massoud, pemimpin Aliansi Utara yang dibunuh oleh dua operasi al-Qaeda sebelum 11 September 2001, serangan di Amerika Serikat.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini