Share

Taliban Tegaskan Tidak Ada Diskriminasi, Izinkan Wanita Bekerja Sesuai Aturan Syariah

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 18 Agustus 2021 10:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 18 18 2457105 taliban-tegaskan-tidak-ada-diskirimasi-izinkan-wanita-bekerja-sesuai-aturan-syariah-KoB1AlgjVl.jpg Konferensi pers Taliban (Foto: AP)

AFGHANISTANTaliban berkomitmen pada hak-hak perempuan di bawah sistem hukum syariah.

"Mereka akan bekerja bahu-membahu dengan kami. Kami ingin meyakinkan masyarakat internasional bahwa tidak akan ada diskriminasi,” terang juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid memulai konferensi pers pertama mereka pada Selasa (17/8) sore.

Ini tidak mungkin meyakinkan perempuan tentang peran mereka di negara itu, karena pemerintah Taliban sebelumnya juga menganggap diri mereka dibenarkan dalam diskriminasi mereka terhadap perempuan di bawah hukum syariah. Namun, kelompok itu mengatakan perempuan akan diizinkan untuk bekerja dalam kerangka syariah.

Dalam pertanyaan lebih lanjut tentang peran perempuan dalam jurnalisme, Mujahid mengatakan orang akan, "perlu menunggu sampai pemerintah terbentuk," sebelum orang tahu semua peran yang akan dimiliki perempuan di negara bagian yang baru.

(Baca juga: Juru Bicara Taliban: Kami Tidak Ingin Perang, Ingin Perdamaian)

Terlepas dari komentar ini, warga Afghanistan telah bersembunyi di rumah mereka jika mereka ditangkap oleh milisi patroli Taliban. Minggu-minggu dan bulan-bulan berikutnya akan menunjukkan seberapa besar Taliban berpegang pada pernyataan mereka atau apa eufemisme dari "kerangka" yang sebenarnya akan diperlukan.

(Baca juga: Konferensi Pers Pertama Taliban, Juru Bicara: Afghanistan Akan Menjadi Negara Islam)

Sementara itu Taliban mengatakan pihaknya membutuhkan waktu untuk membentuk pemerintahan baru. Mereka juga ingin  hubungan baik dengan semua tetangga yang  didasarkan pada hukum internasional dan Islam.

Mereka menegaskan tidak ingin perang, tapi lebih menginginkan perdamaian dan stabilitas.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini