Share

Juru Bicara Taliban: Warga yang Pernah Bekerja untuk Asing Diberikan Amnesti, Tidak Ada Balas Dendam

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 18 Agustus 2021 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 18 18 2457135 juru-bicara-taliban-warga-yang-pernah-bekerja-untuk-asing-diberikan-amnesti-tidak-ada-balas-dendam-ghH2vUx36h.jpg Konferensi pers pertama Taliban usai menguasai Afghanistan (Foto: The Guardian)

AFGHANISTAN – Melalui konferensi pers pertamanya, Taliban menjelaskan pihaknya memberikan amnesti ke semua orang yang pernah bekerja di militer, maupun menjadi penerjemah untuk negara asing seperti Amerika Serikat (AS) dan NATO 

"Saya ingin meyakinkan semua warga negara kami, siapa pun yang pernah bekerja di militer asing, dalam terjemahan, kami telah memberikan amnesti kepada semua orang, tidak ada balas dendam," terang juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid saat konferensi pers pertama mereka pada Selasa (17/8) sore.

Hal ini diungkapkan hid dalam menanggapi pertanyaan tentang bagaimana Taliban akan memperlakukan mereka yang telah memerangi mereka.

(Baca juga: Juru Bicara Taliban: Media Tidak Boleh Bertentangan dengan Nilai Islam)

"Semua anak muda yang memiliki bakat dan telah mengenyam pendidikan, kami ingin mereka ada di sini dan bekerja untuk Afghanistan, untuk negara mereka sendiri. Tidak ada yang akan mengejar mereka, tidak ada yang akan bertanya mengapa mereka bekerja dengan orang Amerika,” lanjutnya.

"Tidak ada bahaya bagi mereka,” tambahnya.

(Baca juga: Taliban Tegaskan Tidak Ada Diskriminasi, Izinkan Wanita Bekerja Sesuai Aturan Syariah)

Sebelumnya, Taliban memastikan pihaknya berkomitmen pada media massa dalam kerangka budaya Afghanistan.

 Terkait peran perempuan dalam jurnalisme, Mujahid mengatakan orang "perlu menunggu sampai pemerintah terbentuk," sebelum orang tahu semua peran yang akan dimiliki perempuan di negara bagian yang baru.

Taliban juga berkomitmen pada hak-hak perempuan di bawah sistem hukum syariah. Kelompok itu mengatakan perempuan akan diizinkan untuk bekerja dalam kerangka syariah.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini