Sosiolog Nilai Isoter Berbasis Kecamatan Bisa Berikan Kenyamanan Psikologis dan Emosional

Antara, · Jum'at 20 Agustus 2021 23:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 244 2458749 sosiolog-nilai-isoter-berbasis-kecamatan-bisa-berikan-kenyamanan-psikologis-dan-emosional-MyP5xZs0vU.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

DENPASAR - Sosiolog Universitas Udayana, Bali, Wahyu Budi Nugroho menilai perencanaan isolasi terpusat (isoter) berbasis kecamatan di wilayah Bali dapat memberikan dampak positif. Salah satu dampak positif adalah memberikan kenyamanan secara emosional.

"Ini bisa mengurangi keengganan warga untuk berpindah ke isoter, karena isoter berbasis kecamatan sudah tentu lebih dekat dengan rumah, dengan begitu ada kenyamanan psikologis dan emosional," kata Wahyu Budi Nugroho, melansir Antara, Jumat (20/8/2021).

Ia mengatakan, isoter berbasis kecamatan dianggap sebagai lingkungan yang sudah tak asing lagi. Selain itu, kata dia, mungkin ada warga yang menempati isoter sudah mengenal orang-orang yang bertugas di sana, sehingga kepercayaan dan rasa nyaman akan lebih mudah dibangun.

Penekanan kasus Covid-19 ini, tidak ada terletak pada peran masyarakat tetapi juga semua pihak, termasuk pemerintah.

"Dari pemerintah misalkan, bagaimana pemerintah harus terus bisa mendistribusikan bantuan sosial secara merata dan tepat sasaran, sehingga mobilitas warga selama pandemi, terutama pekerja harian, dapat terus diminimalisir," katanya.

Sementara itu, Ahli Virologi Universitas Udayana Bali Prof I Gusti Ngurah Kade Mahardika, mengatakan banyak orang lebih memilih isoman daripada isolasi terpusat. Namun, pada kenyataannya, mau tidak mau harus mengikuti isolasi terpusat karena ada pengawasan langsung dari petugas.

Baca Juga : Kapolri Imbau Warga Medan Terpapar Covid-19 Isolasi di Isoter

"Kalau isoman apakah bisa dipastikan tidak kontak dengan lain, kalau bisa itu baik. Masalahnya sekarang, ya, tidak percaya yang isoman tidak kontak sama orang lain, situasi sangat mencemaskan itu barangkali kalau saja tracing bagus sejak awal," ucapnya.

Menurutnya, idealnya ketika ada satu orang terkonfirmasi positif Covid-19, 30 orang di sekitarnya harus dilacak lalu dites untuk lanjut isolasi. Namun, kemampuan pemerintah saat ini belum memadai.

"Kalaupun dilakukan isoter dengan tracing sangat rendah, dampaknya tidak akan banyak. Kalau benar-benar tracing minimal 15 orang dari satu yang positif, maka jumlah orang terkonfirmasi positif akan banyak, di sisi lain kemampuan daerah terbatas," ucapnya.

Terkait pelayanan isoter, juga harus layak untuk menghindari penolakan perpindahan isoman ke isoter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini